HIPERREALITAS PENCAK SILAT DALAM FILM (Analisis Hipersemiotika Film "3 (Alif Lam Mim)")

ARROMAH, PRAMITA (2017) HIPERREALITAS PENCAK SILAT DALAM FILM (Analisis Hipersemiotika Film "3 (Alif Lam Mim)"). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (464Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Pramita Arrohmah. S221108012. HIPERREALITAS PENCAK SILAT DALAM FILM (Analisis Hipersemiotika Film “3 (Alif Lam Mim)”). TESIS. Pembimbing I : Dr. Sutopo JK., M.S., II: Dr. Drajat Tri Kartono, M.Si. Program Studi Ilmu Komunikasi (Riset dan Pengembangan Teori Komunikasi), Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret. Penelitian ini, dilatar belakangi mengingat pentingnya mengangkat popularitas dan citra beladiri pencak silat di mata masyarakat Indonesia. Munculnya film-film bertema pencak silat menjadi angin segar tersendiri bagi beladiri asli Indonesia ini. Film “3 (Alif Lam Mim)” merupakan film pencak silat terbaru yang mengambil tema futuristik. Adegan-adegan pencak silat yang ditampilkan juga berbeda dari film-film sebelumnya yang bertema sama. Seperti pada umumnya film futuristik, terjadi hiperrealitas dalam adegan-adegannya, termasuk pada film ini juga terjadi hiperrealitas pencak silat. Secara umum, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana transformasi tanda-tanda realitas pencak silat mejadi tanda-tanda hiperrealitas pencak silat dalam film “3 (Alif Lam Mim). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan strategi hipersemiotik. Obyek dalam penelitian ini adalah adegan dalam film “3 (Alif Lam Mim)” yang menunjukkan hiperrealitas pencak silat. Pengumpulan data dilakukan dengan cara studi dokumen dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan metode hipersemiotika. Diawali dengan menemukan tanda-tanda hiper (hypersign), kemudian membongkar kode hiper (hypercode) menggunakan “kode yang lima” milik Barthes, dilanjutkan dengan mencari konotasi. Hasil penelitian menunjukkan, dalam film ini hiperrealitas pencak silat terjadi pada aspek beladiri saja. Sedangkan pada aspek pencak silat lainnya, yakni mental-spiritual, seni budaya, dan olahraga tidak ditemukan hiperrealitas. Terjadi pergeseran-pergeseran fungsi pencak silat. Pada realitasnya, saat ini fungsi pencak silat masih sebatas menjadi sarana olahraga untuk mengharumkan nama daerah dan nama Indonesia di dunia internasional melalui pertandingan/kejuaraan. Dalam film, pencak silat beladiri menjadi kebutuhan bagi masyarakat terutama aparat penegak hukum. Pencak silat berfungsi sebagai sarana serangan dan beladiri. Hal ini dikarenakan perubahan kondisi politik di Indonesia yang menjadikan HAM sebagai hal utama sehingga penggunaan peluru tajam tidak diperbolehkan karena dapat melanggar HAM. Menguasai pencak silat akan sangat membantu dalam kondisi demikian. Kata Kunci : Hiperrealitas, Pencak Silat, Hipersemiotik

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 25 Mar 2017 08:52
    Last Modified: 25 Mar 2017 08:52
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/32361

    Actions (login required)

    View Item