Faktor Sosial Budaya yang Mempengaruhi Ibu Bersalin dalam Pemilihan Dukun Tidak Terlatih sebagai Penolong Persalinan di Kabupaten Brebes

SAKTI PRASTIWI, RATIH (2017) Faktor Sosial Budaya yang Mempengaruhi Ibu Bersalin dalam Pemilihan Dukun Tidak Terlatih sebagai Penolong Persalinan di Kabupaten Brebes. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (793Kb)

    Abstract

    Latar Belakang: Angka persalinan dengan tenaga non-nakes di Kabupaten Brebes masih cukup tinggi. Sejak bulan Januari- April 2016 persalinan dengan dukun sebanyak 67 persalinan. Tujuan penelitian ini adalah menggali informasi mengenai bagaimana sosial budaya mempengaruhi ibu bersalin di Kabupaten Brebes dalam memilih dukun tidak terlatih sebagai penolong persalinan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan kunci dalam penelitian adalah bidan desa yang kemudian mengarahkan peneliti untuk mendapatkan informan dukun tidak terlatih yang masih menolong persalinan dan klien yang ditangani dukun tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui FGD, wawancara mendalam, observasi dan analisis dokumen. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai dengan awal bulan Oktober 2016 di wilayah kerja Puskesmas Kemurang Wetan. Hasil: Seluruh informan rutin melakukan ANC dengan tenaga kesehatan dan mengetahui risiko persalinan dengan dukun. Temuan dalam penelitian menunjukkan adanya tradisi dimana masyarakat terbiasa untuk mendatangkan dukun saat pertama kali muncul tanda persalinan. Kharisma yang dimiliki dukun khususnya kemampuan supranatural, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap dukun. Biaya persalinan tidak menjadi kendala bagi ibu untuk bersalin di fasilitas kehatan. Ibu bersalin memilih dukun tidak terlatih karena Dukun merupakan sosok yang dekat dan familiar. Eratnya adat yang hidup menjadikan dukun sebagai orang pertama yang dicari untuk mendapatkan nasihat seputar kesehatan ibu dan bayi. Dalam menentukan penolong persalinan, ibu bersalin merrupakan pengambil keputusan utama. Akan tetapi masih ditemukan pula ibu kandung atau mertua sebagai pengambil keputusan terutama pada ibu bersalin yang tinggal dalam keluarga besar. Kesimpulan: Pemilihan dukun tidak terlatih oleh ibu bersalin dipengaruhi oleh tindakan tradisional, kharisma dukun, kepercayaan ibu bersalin pada dukun. Sedangkan biaya persalinan dan pengambilan keputusan tidak mempengaruhi pengambilan keputusan dalam pemilihan penolong persalinan. Kata kunci: penolong persalinan, dukun, sosial budaya

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister
    Depositing User: Aris Setiyoko
    Date Deposited: 24 Mar 2017 16:46
    Last Modified: 24 Mar 2017 16:46
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/32320

    Actions (login required)

    View Item