TINDAK TUTUR DAN PRINSIP KESANTUNAN TRAINER OUTBOUND KOTA SURAKARTA: Suatu Kajian Pragmatik

SAPUTRO, PUPUT (2017) TINDAK TUTUR DAN PRINSIP KESANTUNAN TRAINER OUTBOUND KOTA SURAKARTA: Suatu Kajian Pragmatik. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (303Kb)

    Abstract

    Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu (1) Bagaimanakah jenis tindak tutur trainer outbound kota Surakarta? (2) Bagaimanakah penerapan prinsip kesantunan trainer outbound kota Surakarta? Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan jenis tindak tutur trainer outbound kota Surakarta. (2) Mendeskripsikan penerapan prinsip kesantunan trainer outbound kota Surakarta. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pragmatik. Sumber data dalam penelitian ini adalah tiga lembaga penyelenggara outbound di kota Surakarta, yaitu “Jendela Nusantara”, “Hamda Consulting”, dan “Lembaga Psikologi Anava”. Sementara itu, data dalam penelitian ini adalah tuturan yang mengandung tindak tutur dan prinsip kesantunan yang dituturkan oleh trainer dari ketiga lembaga tersebut ketika memandu kegiatan outbound yang dilaksanakan pada bulan Mei dan Agustus 2016. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak bebas libat cakap (SLBC), teknik rekam, dan teknik catat. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis konteks, metode analisis cara-tujuan, dan metode analisis heuristik. Penelitian ini menyimpulkan beberapa hal: Pertama, ditemukan tujuh jenis tindak tutur dalam penggunaan bahasa trainer outbound kota Surakarta dalam memandu kegiatan outbound, yaitu tindak tutur asertif meliputi subtindak tutur mengumumkan, menyatakan, menjelaskan, menegaskan, dan membuktikan., tindak tutur performatif meliputi subtindak tutur memutuskan, tindak tutur verdikatif meliputi subtindak tutur memuji dan berterima kasih tindak tutur ekspresif meliputi satu subtindak tutur meminta maaf, tindak tutur direktif meliputi subtindak tutur memerintah, meminta, mengharapkan, menasihati, mengajak, melarang, dan memperingatkan, tindak tutur komisif meliputi dua subtindak tutur, yaitu menawarkan dan berjanji, serta tindak tutur fatis meliputi satu subtindak tutur, yaitu memberi salam. Tindak tutur direktif subtindak tutur memerintah merupakan yang paling banyak ditemukan. Hal tersebut karena, dalam kegiatan outbound, trainer banyak menggunakan subtindak tutur memerintah dalam memberikan instruksi permainan. Kedua, penerapan prinsip kesantunan ditemukan adanya pematuhan dan pelanggaran maksim-maksim kesantunan. Pematuhan prinsip kesantunan ditemukan pada maksim kearifan submaksim pertama dan submaksim kedua, maksim kedermawanan submaksim pertama, maksim pujian submaksim kedua, maksim kerendahan hati submaksim kedua, dan maksim kesepakatan submaksim pertama dan submaksim kedua. Pelanggaran prinsip kesantunan ditemukan pada maksim kearifan submaksim pertama dan submaksim kedua, maksim kerendahan hati submaksim pertama, serta maksim kesepakatan submaksim pertama dan submaksim kedua. Maksim kearifan merupakan maksim yang paling banyak dipatuhi sekaligus dilanggar. Hal tersebut karena tuturan-tuturan yang mengandung maksim kearifan umumnya merupakan tuturan-tuturan yang merugikan peserta, sehingga trainer berusaha mematuhi maksim tersebut agar peserta tidak merasa dirugikan oleh tuturan-tuturan trainer tersebut. Kata kunci : tindak tutur, kesantunan, trainer outbound.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa
    Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Sastra Indonesia
    Depositing User: Aris Setiyoko
    Date Deposited: 24 Mar 2017 16:17
    Last Modified: 24 Mar 2017 16:17
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/32312

    Actions (login required)

    View Item