ANALISIS MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI PECAHAN BENTUK ALJABAR DITINJAU DARI MINAT BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 14 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2016/2017

MUNAWAROH, FITRI (2017) ANALISIS MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI PECAHAN BENTUK ALJABAR DITINJAU DARI MINAT BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 14 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2016/2017. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1539Kb)

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) adanya miskonsepsi pada materi pecahan bentuk aljabar siswa SMP Negeri 14 Surakarta kelas VIII tahun ajaran 2016/2017; (2) bentuk miskonsepsi pada materi pecahan bentuk aljabar siswa SMP Negeri 14 Surakarta kelas VIII tahun ajaran 2016/2017 ditinjau dari minat belajar tinggi, sedang, dan rendah; (3) penyebab terjadinya miskonsepsi pada materi pecahan bentuk aljabar siswa SMP Negeri 14 Surakarta kelas VIII tahun ajaran 2016/2017 ditinjau dari minat belajar tinggi, sedang, dan rendah. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan strategi deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ditentukan melalui purposive sampling yang sebelumnya siswa diberi tes diagnostik miskonsepsi dengan Certainty of Response Index (CRI). Metode pengumpulan data menggunakan metode angket, tes, dan wawancara. Validitas data dilakukan dengan triangulasi waktu. Analisis data dilakukan melalui langkah-langkah: (1) reduksi data; (2) penyajian data; (3) penarikan simpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini terdapat 3 simpulkan. (1) Terdapat miskonsepsi pada materi pecahan bentuk aljabar siswa SMP Negeri 14 Surakarta kelas VIII tahun ajaran 2016/2017; (2) Bentuk miskonsepsi subjek dengan minat belajar tinggi adalah miskonsepsi korelasional. Bentuk miskonsepsi subjek dengan minat belajar sedang terdapat perbedaan, yaitu pada salah satu subjek mengalami bentuk miskonsepsi korelasional, klasifikasional, dan teoritikal dan subjek yang lain mengalami miskonsepsi korelasional saja. Bentuk miskonsepsi subjek dengan minat belajar rendah adalah miskonsepsi korelasional; (3) Penyebab miskonsepsi subjek dengan minat belajar tinggi adalah pemahaman yang kurang, simplifikasi yang salah, dan reasoning yang tidak lengkap. Penyebab miskonsepsi subjek dengan minat belajar sedang adalah intuisi yang salah dan reasoning yang tidak lengkap. Penyebab miskonsepsi subjek dengan minat belajar rendah adalah konsep awal yang salah, simplifikasi yang salah, dan reasoning yang tidak lengkap. Kata kunci: miskonsepsi, certainty of response index (CRI), pecahan bentuk aljabar, minat belajar siswa.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1501 Primary Education
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Matematika
    Depositing User: Adhika Pri Ardhana
    Date Deposited: 24 Mar 2017 14:58
    Last Modified: 24 Mar 2017 14:58
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/32295

    Actions (login required)

    View Item