Perbedaan Pengaruh Madu dan Polyvinylpyrrolidone-Sodium Hyaluronate Gel Terhadap Infeksi Luka Pascaoperasi Mukosa Intra Oral

Mayo, Ferdi (2017) Perbedaan Pengaruh Madu dan Polyvinylpyrrolidone-Sodium Hyaluronate Gel Terhadap Infeksi Luka Pascaoperasi Mukosa Intra Oral. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (226Kb)

    Abstract

    PERBEDAAN PENGARUH MADU DAN POLYVINYLPYRROLIDONE-SODIUM HYALURONATE GEL TERHADAP INFEKSI LUKA PASCAOPERASI MUKOSA INTRA ORAL Ferdy Mayo1,*, Amru Sungkar2, Suharto Wijanarko 3 1Residen Bedah Umum Fakultas Kedokteran UNS 2Sub Bagian Bedah Plastik RS Dr Moewardi 3Sub Bagian Bedah Urologi RS Dr Moewardi *E-mail : ferdymayo19@gmail.com Abstrak Latar Belakang : Infeksi rongga mulut adalah peradangan di rongga mulut serta jaringan sekitarnya. Oral care merupakan salah satu cara perawatan untuk membantu penyembuhan luka intra oral dan mencegah infeksi. Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan pengaruh madu dan polyvinylpyrrolidone-sodium hyaluronate gel terhadap infeksi luka pascaoperasi mukosa intra oral Metode : Penelitian ini merupakan eksperimen klinis dengan menggunakan rancangan penelitian post test control group design. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 7 untuk tiap kelompok perlakuan. Kelompok I (perawatan luka dengan Polyvinylpyrrolidone-sodium hyaluronate gel) dan kelompok II (perawatan luka dengan madu). Pasien dinilai infeksi luka intra oral dengan pengukuran menggunakan kriteria modifikasi nagaoka, Penilaian dilakukan pada hari pertama sampai dengan hari ke-5. Semua data yang terkumpul dilakukan uji statistik non parametric menggunakan mann whitney (α = 0,05). Hasil : Dengan menggunakan kriteria modifikasi nagaoka, pada hari ke-1 perawatan dengan Polyvinylpyrrolidone-sodium hyaluronate gel didapat 1 pasien grade 1 dan 6 pasien grade 2 dan dengan menggunakan madu didapat 2 pasien grade 1 dan 5 pasien grade 2. Pada hari ke-2, perawatan dengan menggunakan polyvinylpyrrolidone-sodium hyaluronate gel didapat 3 pasien grade 1 dan 5 pasien grade 2 dan dengan menggunakan madu ada 1 pasien grade 1 dan 6 pasien grade 2. Pada hari ke-3, dengan polyvinylpyrrolidone-sodium hyaluronate gel didapatkan semua pasien grade 1 dan dengan menggunakan madu ada 6 pasien grade 1 dan 1 pasien grade 2. Pada hari ke-4 dan ke-5, baik menggunakan polyvinylpyrrolidone-sodium hyaluronate gel dan madu, didapatkan semua pasien grade 1. (p>0,05). Simpulan : Tidak ada perbedaan yang bermakna dalam infeksi luka pasca operasi mukosa intra oral berdasarkan kriteria modifikasi nagaoka antara pasien yang menggunakan polyvinylpyrrolidone-sodium hyaluronate gel dengan pasien yang menggunakan madu. Kata Kunci : Oral care, polyvinylpyrrolidone-sodium hyaluronate gel, madu, Kriteria Modifikasi Nagaoka.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > RD Surgery
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Magister Kedokteran Keluarga
    Depositing User: Adhika Pri Ardhana
    Date Deposited: 24 Mar 2017 14:46
    Last Modified: 24 Mar 2017 14:46
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/32292

    Actions (login required)

    View Item