Pembuatan Selai, Jenang, Pudding, Bolu Kering dan Mie Kering Berbahan Dasar Limbah Kulit Buah Naga Spesies Hylocereus Costaricensis

ROSIANA, NINA (2017) Pembuatan Selai, Jenang, Pudding, Bolu Kering dan Mie Kering Berbahan Dasar Limbah Kulit Buah Naga Spesies Hylocereus Costaricensis. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (16Kb)

    Abstract

    Kulit buah naga sangat bermanfaat bagi kesehatan. Diantara kelebihan kulit buah naga yaitu dapat mencegah diabetes, penyakit jantung, mengandung vitamin C, E, A dan merupakan sumber antioksidan. Namun pada kenyataannya kulit buah naga hanya dianggap sebagai limbah hasil pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara baik. Kulit buah naga juga memiliki beberapa kekurangan diantaranya mudah busuk dan mudah kering apabila disimpan salah dalam proses penyimpanan. Sehingga perlu adanya upaya pengolahan kulit buah naga secara cepat dan tepat. Saat ini, perkembangan makanan sudah semakin inovatif dan variatif dengan memanfaatkan limbah kulit buah. Banyak kuliner dari kulit buah naga yang belum dikenal oleh warga Indonesia baik itu kudapan, masakan ataupun makanan ringan. Pembuatan aneka macam makanan berbahan dasar limbah kulit buah naga untuk dijadikan berbagai macam olahan yaitu ini dimulai dengan membuat bubur kulit buah naga yaitu pertama-tama buah naga yang telah disortasi dilakukan pengupasan terlebih dahulu, setelah itu kulit buah naga dipotong kecil-kecil dan selanjutnya dimasukkan kedalam blender untuk proses penghancuran. Kemudian menimbang bubur kulit buah naga untuk dibuat menjadi beberapa macam produk oalahan makanan. Berdasarkan hasil Analisis Lempengan Total (ALT) menunjukkan bahwa produk makanan meliputi selai, jenang, pudding, bolu kering dan mie kering layak untuk dikonsumsi. Hal ini dikarenakan telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan SNI yang mana menyatakan bahwa untuk produk pangan diatas memiliki batas maksimum ALT sebesar 1,0x〖10〗^3 koloni/gram. Sedangkan hasil analisis ALT terhadap produk selai, jenang, pudding, bolu kering dan mie kering yaitu sebesar <300 koloni/gram. Hasil ini jelas masih jauh dari batas maksimum yang ditetapkan SNI . Dengan demikian produk kami telah memenuhi persyaratan sebagai makanan yang layak untuk dikonsumsi.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TP Chemical technology
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Kimia
    Depositing User: Retno Andriani
    Date Deposited: 24 Mar 2017 14:30
    Last Modified: 24 Mar 2017 14:30
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/32288

    Actions (login required)

    View Item