Analisis Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Akibat Volume Lalu Lintas di Ruas Jalan (Studi Kasus Jalan Slamet Riyadi Surakarta)

H, MUH HASBI A (2017) Analisis Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Akibat Volume Lalu Lintas di Ruas Jalan (Studi Kasus Jalan Slamet Riyadi Surakarta). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (407Kb)

    Abstract

    Muh Hasbi, 2016. Analisis Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Akibat Volume Lalu Lintas di Ruas Jalan (Studi Kasus Jalan Slamet Riyadi Surakarta). Skripsi. Jurusan Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Sebelas Maret. Surakarta. Emisi gas buang merupakan salah satu permasalahan yang sangat penting untuk di kaji lebih mendalam. Emisi gas buang adalah sisa hasil pembakaran bahan bakar didalam mesin pembakaran dalam, mesin pembakaran luar, mesin jet yang dikeluarkan melalui system pembuangan mesin. Gas buang kendaraan bermotor langsung masuk ke dalam lingkungan jalan raya yang sering dekat dengan masyarakat, dibandingkan dengan gas buang dari cerobong industry yang tinggi. Dampak emisi gas buang dapat berupa dampak kesehatan dan dampak lingkungan. Laju pertumbuhan penduduk dari Kota Surakarta membawa konsekuensi peningkatan aktivitas penduduk yang mendorong pergerakan kendaraan bermotor. Maka penting untuk menganalisa besaran emisi gas buang kendaraan bermotor yang terjadi di ruas jalan raya. Ruas jalan yang digunakan adalah ruas Jalan Slamet Riyadi yang merupakan jalan arteri yang berada di tengah Kota Surakarta. Estimasi kuantitas emisi gas buang eksiting menggunakan metode Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 12 Tahun 2010. Pengumpulan data menggunakan metode survey langsung di lapangan. Penelitian dilakukan di 5 ruas Jalan Slamet Riyadi Surakarta. Ruas 1 dimulai dari Jl. Dr. Moewardi sampai Jl. Bhayangkara (Pertigaan Stadion Sriwedari). Ruas 2 dimulai dari Jl. Bhayangkara sampai Jl. Honggowongso (simpang 4 ngapeman). Ruas 3 dimulai dari apill Jl. Honggowongso sampai apill Jl. Gatot Subroto (simpang 4 pasar pon). Ruas 4 dimulai dari Jl. Gatot Subroto sampai Jl. Yos Sudarso (simpang 4 nonongan). Dan ruas 5 dimulai dari Jl. Yos Sudarso sampai dengan Jl. Pakoeboewono (bundaran gladag). Hasil pengumpulan data, analisis, dan perhitungan emisi gas buang kendaraan bermotor didapat nilai dari emisi gas buang eksiting yang dihasilkan gas CO, HC, NOx, PM10, CO2, dan SO2 berturut-turut adalah sebesar 813,598 ton/tahun, 241,684 ton/tahun, 29,799 ton/tahun, 9,135 ton/tahun, 140.934,571 ton/tahun, 4,509 ton/tahun. Nilai emisi gas buang eksiting setelah tereduksi sistem 3 in 1 menjadi berturut-turut sebesar 748,644 ton/tahun, 233,841 ton/tahun, 28,139 ton/tahun, 9,368 ton/tahun, 137.164,454 ton/tahun, 3,832 ton/tahun. Terjadi reduksi gas CO sebesar 31%, 11% gas HC, 50% gas NOx, 5% untuk gas PM10, 16% gas CO2, dan 62% gas SO2. Kata Kunci : Emisi, Gas Buang, Ruas Jalan, Reduksi 3 in 1

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: Retno Andriani
    Date Deposited: 24 Mar 2017 14:07
    Last Modified: 24 Mar 2017 14:07
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/32280

    Actions (login required)

    View Item