Stabilitas Lereng Berdasarkan Hujan 3 Harian Maksimum Bulanan (Studi Kasus Di Dusun Pagah, Hargantoro, Tirtomoyo, Wonogiri)

PURNOMO, M TONI AGUS (2017) Stabilitas Lereng Berdasarkan Hujan 3 Harian Maksimum Bulanan (Studi Kasus Di Dusun Pagah, Hargantoro, Tirtomoyo, Wonogiri). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1414Kb)

    Abstract

    M. Toni Agus Purnomo.2016, Stabilitas Lereng Berdasarkan Hujan 3 Harian Maksimum (Studi Kasus Di Dusun Pagah, Hargantoro, Tirtomoyo, Wonogiri), Skripsi, Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Indonesia yang beriklim tropis mempunyai dua musim yaitu kemarau dan musim hujan. Pemanasan global yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan tidak menentunya musim. Hal ini menyebabkan terjadi bencana dimana-mana. Wonogiri khususnya pada tahun 2007, terjadi bencana longsor yang mengakibatkan korban jiwa. Tercatat hingga tuuh orang meninggal dunia. Analisis longsor dan stabilitas lereng perlu diadakan mengingat banyaknya bencana yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas hujan terhadap faktor aman lereng di Dusun Pagah, Hargantoro, Tirtomoyo. Penelitian ini dimulai dengan mengumpulkan data-data sekunder yaitu data tanah berupa indeks propertis tanah dan parameter geser tanah, data tata guna lahan, data peta topografi dan data hujan. Data hujan, data tata guna lahan dan data topografi menghasilkan hujan wilayah. Kemudian hujan wilayah diolah dengan data tanah menghasilkan ketebalan tanah jenuh. Analisis stabilitas lereng menggunakan bantuan software plaxis 2d v8.2 sehingga mendapatkan faktor aman (SF). Hasil analisis stabilitas lereng berupa faktor aman disetiap kemiringan lereng. Nilai faktor aman (SF) sebelum terjadi hujan berturut-turut untuk kemiringan 30°, 45°, dan 60° adalah 1,62 ; 1,4 ; dan 1,21. Pada kondisi setelah hujan dengan tutupan lahan eksisting (tegalan dan perkebunan) faktor aman rata-rata yang dihasilkan untuk setiap kemiringan 1,63 ; 1,29 ; dan 1,03. Sedangkan untuk tutupan lahan hutan faktor aman (SF) untuk setiap kemiringan adalah 1,61 ; 1,25 ; dan 1.02. faktor aman kritis yang dihasilkan dari hubungan antara faktor aman rata-rata dan sudut kemiringan adalah 45,2° untuk tutupan lahan eksisting dan 47,5° untuk tutupan lahan hutan. Intensitas hujan semakin besar dan tutupan lahan dengan nilai CN semakin kecil mengakibatkan besarnya ketebalan tanah jenuh, beban pada lereng semakin besar. Seiring dengan besarnya beban pada lereng sudut kemiringan yang semakin besar (terjal/tegak) berdampak penurunan nilai faktor aman lereng dan stabilitas pun akan menurun. Kata kunci : Stabilitas Lereng, Hujan 3 Harian Maksimum, Faktor Aman (SF), Plaxis

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: Retno Andriani
    Date Deposited: 24 Mar 2017 13:53
    Last Modified: 24 Mar 2017 13:53
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/32276

    Actions (login required)

    View Item