Pengaruh Ekstrak Litsea glutinosa dan Cuscuta australis terhadap Penghambatan Aktivitas Enzim Dipeptidyl Peptidase-4 (Studi Pengembangan Terapi Diabetes Melitus tipe 2)

Ma`Rifah, Taqwatin (2017) Pengaruh Ekstrak Litsea glutinosa dan Cuscuta australis terhadap Penghambatan Aktivitas Enzim Dipeptidyl Peptidase-4 (Studi Pengembangan Terapi Diabetes Melitus tipe 2). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1294Kb)

    Abstract

    Pendahuluan: Penghambat DPP-4 (sitagliptin) merupakan obat antidiabetik yang direkomendasikan setelah metformin. Penelitian sebelumnya menemukan fitokimia actinodaphnine dalam tanaman Litsea glutinosa dan Cuscuta australis memiliki kemiripan dengan sitagliptin dalam berinteraksi dengan DPP-4 secara komputasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak Litsea glutinosa dan Cuscuta australis terhadap penghambatan aktivitas enzim DPP-4 sebagai pengembangan terapi diabetes melitus tipe 2. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan posttest only control group design. Sebanyak 1x 106 sel model kanker payudara (MCF-7) dimasukkan ke dalam setiap sumuran dari enam kelompok penelitian dengan tiga kali pengulangan. Kelompok Perlakuan 1 (KP1) diberi 341,13 µg/mL ekstrak etanol Litsea glutinosa metode maserasi. Ekstrak etanol Litsea glutinosa metode soxhletasi dosis 1.114,18 µg/mL diberikan pada Kelompok Perlakuan 2 (KP2). Sedangkan Kelompok Perlakuan 3 (KP3) diberi 259,5 µg/mL ekstrak etanol Cuscutta australis metode soxhletasi. Kelompok kontrol terdiri dari tiga kelompok yaitu Kelompok Kontrol Negatif (KK-) tanpa pemberian ekstrak, KK Positif (KK+) diberi 541,7 µg/mL sitagliptin dan KK Pelarut (KKpl) diberi DMSO. Jumlah sel hidup dan mati ditentukan dengan pengecatan tripan biru dan diamati dibawah mikroskop inverted perbesaran 100 x. Uji aktivitas enzim DPP-4 dilakukan dengan menggunakan substrat H-Gly-Pro-pNA setelah inkubasi 24 jam. Penentuan aktivitas enzim menggunakan rumus Beer-Lambert dan data dianalisis dengan uji One Way ANOVA (α= 0,05) dilanjutkan uji LSD. Hasil Penelitian: Aktivitas enzim DPP-4 terendah tampak pada KK (+) (24,92 ± 9,65 pmol.menit-1.liter-1 setiap 104 sel), yang diikuti oleh KK (-) dan KKpl (38,05 ± 20,56 dan 74,28 ± 51,32 pmol.menit-1.liter-1 setiap 104 sel). Aktivitas enzim KP 1, 2 dan 3 mengalami peningkatan (secara berurutan 185,00 ± 93,68; 829,76 ± 405,801; dan 74,10 ± 69,04 pmol.menit-1.liter-1 setiap 104 sel). Analisis statistik menunjukkan hasil signifikan (p<0,001). Uji post hoc memperlihatkan terdapat perbedaan bermakna antara KK (-) – KP1; KK (-) - KP2; KK (+) – KKpl; KK (+) - KP1; KK (+) - KP2; KKpl - KP1; KKpl - KP2; KP1 - KP2; KP2 - KP3 dan KP1-KP3. Simpulan Penelitian: Tidak terdapat pengaruh antara ekstrak Litsea glutinosa dan Cuscuta australis terhadap penghambatan aktivitas enzim DPP-4. Kata kunci: Diabetes, penghambat DPP-4, Litsea glutinosa, Cuscuta australis, sitagliptin

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: Luthfi Syam
    Date Deposited: 24 Mar 2017 15:10
    Last Modified: 24 Mar 2017 15:10
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/32268

    Actions (login required)

    View Item