KAJIAN GEOGRAFI DIALEK BAHASA JAWA DI KABUPATEN PONOROGO

ARDIATI, LISA CUCU (2017) KAJIAN GEOGRAFI DIALEK BAHASA JAWA DI KABUPATEN PONOROGO. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (710Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Lisa Cucu Ardiati. 2016. Kajian Geografi Dialek Bahasa Jawa di Kabupaten Ponorogo. Skripsi: Program Studi Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya Unversitas Sebelas Maret Surakarta. Peneltian ini dilakukan untuk menjawab permasalahan: (1) Bagamainakah variasi fonemis, morfemis, dan leksikal bahasa Jawa Ponorogo?, (2) Bagaimanakah unsur leksikon khas bahasa Jawa Ponorogo?, (3) Bagaimanakah pemetaan unsur leksikal bahasa Jawa Ponorogo? Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan variasi fonemis, morfemis, dan leksikal bahasa Jawa Ponorogo, (2) mendeskripsikan unsur leksikon khas bahasa Jawa Ponorogo, dan (3) mendeskripsikan pemetaan unsur leksikal bahasa Jawa Ponorogo. Penelitian ini mengambil lokasi di wilayah Kabupaten Ponorogo, dengan memilih sepuluh titik pengamatan yang dipilih berdasarkan kriteria kualitatif dan kuantitatif. Data lisan diperoleh dari informan yang berupa tuturan bahasa Jawa. Data tulis diperoleh dari daftar pertanyaan mengenai variasi fonemiss, morfemis, dan leksikal. Populasi dalam penelitian ini adalah semua tuturan bahasa Jawa dengan segala aspeknya yang digunakan oleh penutur bahasa Jawa di titik pengamatan. Pengambian sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan sampel dalam penelitian berupa tuturan yang ditetapkan dalam instrumen penelitian, titik penamatan dan informasinya. Metode pengumpulan data adalah metode simak dan metode cakap. Metode simak menggunakan teknik dasar sadap, dan teknik lanjutannya menggunakan teknik simak libat cakap dan teknik simak bebas libat cakap. Metode cakap menggunakan teknik dasar yang digunakan berupa teknik pancing, dan teknik lanjutan yang berupa teknik cakap semuka, teknik rekam, dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan metode padan dan agih. Metode padan teknik dasar yang digunakan berupa teknik pilih unsur penentu (PUP). Teknik lanjutannya berupa teknik hubung banding menyamakan, teknik hubung banding memperbedakan, dan teknik hubung banding menyamakan hal pokok. Metode agih, teknik ini digunakan untuk membagi satual lingual data menjadi unsur-unsur data. Penerapan teknik ini dapat dijelaskan pada teknik lanjutannya yaitu teknik ganti. Dari hasil analisis dan pembahasan dalam penelitian ini maka diperoleh, (1) deskripsi umum Kabupaten Ponorogo ditemukan keadaan alam dapat mempengaruhi BJP, (2) adanya variasi fonemis, morfemis, dan leksikal, (3) berdasarkan kondisi objektif peta variasi dialectal BJP, dari 171 daftar pertanyaan ditemukan 110 buah peta variasi dialektal yang meliputi unsur fonemis, morfemis, dan leksikal, (4) dari hasil penghitungan dialektometri di atas dapat dilihat bahwa persentase yang lebih besar adalah perbedaan wicara, karena dari 19 titik pengamatan yang dibandingkan terdapat 12 titik pengamatan yang menunjukan perbedaan wicara, 3 titik menunjukan perbedaan subdialek dan 4 titik tidak menunjukkan adanya perbedaan. kata kunci: geografi dialek, dialektometri, bahasa Jawa, Kabupaten Ponorogo

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General)
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa
    Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Sastra Daerah
    Depositing User: Retno Andriani
    Date Deposited: 24 Mar 2017 12:56
    Last Modified: 24 Mar 2017 12:56
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/32267

    Actions (login required)

    View Item