Efek Pemberian Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera, Lam.) terhadap Kadar Kolesterol Total dan Steatosis Hepar Tikus Putih (Rattus norvegicus) Hiperkolesterolemia

Yahya, Khaniva Putu (2017) Efek Pemberian Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera, Lam.) terhadap Kadar Kolesterol Total dan Steatosis Hepar Tikus Putih (Rattus norvegicus) Hiperkolesterolemia. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (22Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Khaniva Putu Yahya, G0013129, 2016. Efek Pemberian Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera, Lam.) terhadap Kadar Kolesterol Total dan Steatosis Hepar Tikus Putih (Rattus norvegicus) Hiperkolesterolemia. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Pendahuluan: Hiperkolesterolemia berkaitan dengan stres oksidatif akibat peningkatan radikal bebas dan penurunan mekanisme antioksidan. Daun kelor mengandung senyawa metabolit sekunder yang kaya antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak daun kelor terhadap kadar kolesterol total dan steatosis tikus putih hiperkolesterolemia. Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik dengan metode eksperimental murni pre and posttest control group design untuk kadar kolesterol total dan posttest only with control group design untuk steatosis hepar. Tikus dibagi menjadi 4 kelompok yaitu K1 (kontrol) diberi pakan standar, K2 diberi pakan hiperkolesterolemia tanpa ekstrak daun kelor, K3 diberi pakan hiperkolesterolemia dan ekstrak daun kelor dosis 1 (40 mg/200gBB), K4 diberi pakan hiperkolesterolemia dan ekstrak daun kelor dosis 2 (80 mg/200gBB). Hiperkolesterolemia dicapai dengan pemberian kuning telur bebek 2cc/200gBB, minyak teroksidasi 1cc/200gBB, lemak sapi 2cc/200gBB selama 6 minggu dan penelitian pemberian ekstrak daun kelor selama 28 hari. Untuk mengetahui efek pemberian pakan hiperkolesterolemik terhadap kadar kolesterol total tikus dan efek ekstrak daun kelor terhadap kadar kolesterol total data dianalisis menggunakan uji T berpasangan, sedangkan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak daun kelor terhadap steatosis hepar digunakan uji Kruskall Wallis dan posthoc Mann-Whitney karena data tidak terdistribusi normal. Hasil: Dari hasil uji beda T berpasangan terdapat perbedaan bermakna rerata kadar kolesterol total antara sebelum dan sesudah pemberian pakan tinggi hiperkolesterolemik, serta antara sebelum dan sesudah pemberian ekstrak daun kelor (p < 0,05). Hasil uji Kruskall Wallis menunjukan perbedaan jumlah steatosis yang bermakna antar kelompok (p < 0,05). Hasil uji Mann-Whitney didapatkan adanya perbedaan bermakna jumlah steatosis antara K1-K2, K2-K3, dan K2-K4 (p < 0,05). Kesimpulan: Pemberian ekstrak daun kelor dengan dosis 40 mg/200gBb dan 80 mg/200gBb menurunkan kadar kolesterol total tikus dan steatosis hepar tikus putih (Rattus norvegicus) galur Sprague Dawley hiperkolesterolemia, secara bermakna. Kata Kunci: ekstrak daun kelor, kolesterol total, steatosis hepar, hiperkolesterolemia

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: Kuni Nur Aini
    Date Deposited: 24 Mar 2017 07:38
    Last Modified: 24 Mar 2017 07:38
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/32238

    Actions (login required)

    View Item