Model Pemberdayaan Ibu Menyusui pada Program ASI Eksklusif

MUFDLILAH, (2017) Model Pemberdayaan Ibu Menyusui pada Program ASI Eksklusif. PhD thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (341Kb)

    Abstract

    Mufdlilah 2016. Model Pemberdayaan Ibu Menyusui pada Program ASI Eksklusif. DISERTASI. Prof. Dr. dr. A.A. Subijanto, M.S, Prof. Dr. Muhammad Akhyar, M.Pd, Dr. Endang Sutisna, dr., M.Kes. Program Doktor Penyuluhan Pembangunan/Pemberdayaan Masyarakat Universitas Sebelas Maret Surakarta ABSTRAK Cakupan ASI eksklusif 38,7% sedangkan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menargetkan cakupan 80%. Adanya Peraturan Pemerintah RI No. 33 Tahun 2012 tentang pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan indikator dan keeratan hubungan antara kebijakan pemerintah, advokasi penanggung jawab, dukungan sumber daya, pemberdayaan ibu menyusui, persepsi ibu, partisipasi ibu dan sikap ibu menyusui dan model pemberdayaan ibu menyusui pada program ASI eksklusif. Penelitian ini menggunakan data bersumber dari ibu menyusui, yang memiliki bayi usia lebih enam sampai dua belas bulan. Populasi penelitian adalah ibu-ibu menyusui. Penentuan ukuran sampel sebanyak lima observasi untuk setiap estimated parameter penelitian yang berjumlah 37, sehingga sampel minimum 185 dan pengambilan sampelnya menggunakan tehknik cluster proportional random sampling. Anggota sampel tercakup dalam 17 Kecamatan yang terdiri dari 86 kelurahan. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Kuesioner penelitian mengukur tujuh variabel yaitu kebijakan pemerintah, advokasi, dukungan sumber daya, pemberdayaan, persepsi, partisipasi dan sikap ibu dalam pemberian ASI eksklusif. Dan analisis data menggunakan program LISREL Versi 8.8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada hubungan positif dan signifikan (=1.02 pada level 5%) kebijakan pemerintah dengan advokasi penanggung jawab program ASI eksklusif ke desa; (2) ada hubungan positif dan signifikan (= 0.95 pada level 5%) advokasi penanggung jawab dengan dukungan sumber daya; (3) ada hubungan positif dan tidak signifikan (= 0.07 pada level 5%) dukungan sumber daya dengan sikap; (4) ada hubungan positif dan signifikan (= 0.75 pada level 5%) dukungan sumber daya dengan partisipasi; (5) ada hubungan positif dan signifikan (= 0.66 pada level 5%) kebijakan pemerintah dengan pemberdayaan; (6) ada hubungan negatif dan tidak signifikan (=-0.03 pada level 5%) pemberdayaan dengan sikap; (7) ada hubungan positif dan tidak signifikan (= 0.11 pada level 5%) pemberdayaan dengan partisipasi; (8) ada hubungan negatif dan tidak signifikan (= -0.16 pada level 5%) kebijakan pemerintah dengan persepsi; (9) ada hubungan negatif dan tidak signifikan (= -0.17 pada level 5%) persepsi dengan partisipasi; (10) ada hubungan negatif dan signifikan (= -0.70 pada level 5%) persepsi dengan sikap dan (11) ada hubungan negatif dan tidak signifikan (= -0.14 pada level 5%) partisipasi dengan sikap. Sedangkan model pemberdayaan ibu menyusui yang dirancang dengan melibatkan variabel faktor penentu kebijakan yaitu pemantauan sepuluh LMKM (=0.57) dan fasilitas ruang menyusui (=0.53), faktor penentu advokasi penanggung jawab yaitu dukungan tertulis berupa surat keputusan (=0.74), faktor penentu dukungan sumber daya dan tokoh masyarakat yaitu sarana prasarana (=0.73) dan motivasi (=0.54), faktor penentu partisipasi ibu yaitu sarana (=0.71), bentuk kegiatan (=0.67) dan kontribusi ide/pikiran (=0.59), faktor penentu pemberdayaan yaitu pengawasan (=0.86), pengendalian (=0.71) dan wadah/lembaga (=0.76) dan faktor penentu sikap ibu pada pemberian ASI eksklusif yaitu mengenal kesehatan ibu (=-0.53), optimalisasi ibu menyusui (=-0.58) dan menyusui eksklusif (=-0.81). Kesimpulan pemberdayaan ibu menyusui yang tepat adalah dilaksanakan dengan meningkatkan partisipasi ibu yang didukung dari pemberdayaan ibu menyusui dan peningkatan dukungan sumber daya dan peran tokoh masyarakat melalui peningkatan advokasi penanggung jawab program ASI eksklusif ke desa dengan melaksanakan kebijakan pemerintah sehingga pemberian ASI eksklusif dapat meningkat dari respon sikap ibu. Kata kunci: Model, pemberdayaan, program ASI eksklusif

    Item Type: Thesis (PhD)
    Subjects: H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
    R Medicine > RJ Pediatrics > RJ101 Child Health. Child health services
    Divisions: Pasca Sarjana > Doktor
    Pasca Sarjana > Doktor > Penyuluhan Pembangunan
    Depositing User: Tities Amrihtasari
    Date Deposited: 23 Mar 2017 23:18
    Last Modified: 23 Mar 2017 23:18
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/32230

    Actions (login required)

    View Item