PERBEDAAN PENGARUH PEMBERIAN PARASETAMOL DAN PARECOXIB TERHADAP KADAR TROPONIN I PADA PASIEN SEPSIS

Diana, (2017) PERBEDAAN PENGARUH PEMBERIAN PARASETAMOL DAN PARECOXIB TERHADAP KADAR TROPONIN I PADA PASIEN SEPSIS. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (695Kb)

    Abstract

    Perbedaan pemberian parasetamol dan parecoxib terhadap kadar troponin I pada pasien Sepsis. Pembimbing I : DR.Reviono, dr,SpP(K). Pembimbing II : H.Sugeng Budi Santoso, dr, SpAn, KMN. Program Studi Kedokteran Keluarga Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta 2017 Latar belakang :Sepsis adalah respon inflamasi tubuh terhadap infeksi dan merupakan kejadian yang umum dan serius pada pasien di unit perawatan intensif (ICU). Keadaan sepsis akan mengakibatkan kondisi disfungsi organ multiple yang salah satunya disfungsi miokard. Parasetamol bekerja menghambat enzim siklooksigenase-3. Parecoxib spesifik bekerja pada enzim siklooksigenasi-2. Enzim siklooksigenase menghambat terjadinya agregitasi trombosit sehingga kadar thrombus dalam darah menurun diharapkan kejadian disfungsi miokard tidak akan terjadi yang dapat kita periksa melalui pemeriksaan kadar Troponin I dalam darah Tujuan : Mengetahui adanya perbedaan pengaruh pemberiaan parasetamol dan parecoxib terhadap kadarTroponin I pada pasien sepsis Metode : Penelitian dilakukan di ruang Intensive Care Unit Rumah Sakit Umum Daerah Dr.Moewardi Surakarta, dimulai pada bulan September – November 2016. Jenis penelitian eksperimental dengan pendekatan uji klinis dengan desain single blind pre and post test randomisasi pada pasien sepsis sebagai subyek penelitian. Kelompok penelitian dibagi menjadi dua yaitu kelompok parasetamol dan kelompok parecoxib. Variabel penelitian terdiri dari dua variable bebas yaitu parasetamol dan parecoxib dan satu variable terikat yaitu Troponin I. Jumlah besar sampel 34 pasien Hasil : Hasil uji terhadap karakteristik subyek penelitian didapatkan bahwa nilai p > 0.05, hal ini menyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan karakteristik dasar subyek penelitian. Analisa selanjutnya berdasarkan hasil uji beda Mann Whitney mendapat nilai p = 0.512 yang berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan sebelum perlakuan dan mendapat nilai p = 0.801 dengan selisih p = 0.245 yang berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan sesudah perlakuan terhadap peningkatan kadar troponin I. Analisa selanjutnya berdasarkan hasil uji Wilcoxon mendapat nilai p = 0.068 pada sebelum dan sesudah pemberian parasetamol 20 mg/kgBB intravena serta mendapat nilai p = 0.969 pada sebelum dan sesudah pemberian parecoxib 40 mg intravena yang berarti bahwa baik kelompok parasetamol maupun kelompok parecoxib mengalami peningkatan kadar troponin I akan tetapi secara statistic tidak signifikan. Kesimpulan : Tidak terdapat perbedaan pengaruh pemberian paracetamol 20 mg/kgBB intravena dan parecoxib 40 mg intravena terhadap kadar troponin I pada pasien Sepsis. Kata kunci : Troponin I, paracetamol intravena, parecoxib intravena, SIRS , sepsis

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Magister Kedokteran Keluarga
    Depositing User: Nanda Rahma Ananta
    Date Deposited: 23 Mar 2017 21:17
    Last Modified: 23 Mar 2017 21:17
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/32198

    Actions (login required)

    View Item