ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATERI PROGRAM LINEAR DITINJAU DARI KEMAMPUAN MEMAHAMI BACAAN SISWA KELAS XI SMA MTA SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2016/2017

S, KUSNUL CHOTIMAH D (2017) ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATERI PROGRAM LINEAR DITINJAU DARI KEMAMPUAN MEMAHAMI BACAAN SISWA KELAS XI SMA MTA SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2016/2017. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (872Kb)

    Abstract

    Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kesulitan siswa kelas XI SMA MTA Surakarta yang memiliki tingkat kemampuan memahami bacaan tinggi, sedang dan rendah dalam memecahkan masalah matematika pada materi program linear tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan strategi penelitian adalah studi kasus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA MTA Surakarta tahun pelajaran 2016/2017 yang dipilih berdasarkan kategori tinggi-sedang-rendah dari kemampuan memahami bacaan mereka. Subjek yang dipilih ada 6 siswa yang berasal dari kelas IIS dan MIA. Pemilihan subjek dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulkan data adalah peneliti, tes kemampuan memahami bacaan, tes tertulis pemecahan masalah materi program linear, dan pedoman wawancara. Sebelum digunakan untuk pengambilan data, instrumen tes diujicobakan terlebih dahulu. Penilaian validitas isi dilakukan oleh validator. Uji daya beda instrumen tes menggunakan rumus korelasi momen produk dari Karl Pearson dan uji reliabilitas menggunakan rumus KR-20. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa secara garis besar siswa dengan kategori memahami bacaan tinggi, sedang, dan rendah mengalami kesulitan dalam melakukan prosedur matematika yang benar. Untuk siswa dengan kemampuan memahami bacaan tinggi mengalami kesulitan dalam menentukan daerah arsiran dari fungsi kendala sehingga siswa belum mampu menentukan daerah penyelesaian. Untuk siswa dengan kemampuan memahami bacaan sedang mengalami kesulitan dalam menerjemahkan masalah ke dalam model matematika yakni siswa belum mampu mengubah fungsi kendala ke dalam model matematika dan menentukan simbol yang tepat. Hal ini menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam menggambar grafik dan daerah penyelesaian pada persoalan matematika. Untuk siswa dengan kemampuan memahami bacaan rendah diperoleh bahwa siswa belum memahami konsep dasar pemecahan masalah materi program linear. Selain itu, diperoleh bahwa penyebab terjadinya kesulitan adalah model pembelajaran yang kurang sesuai, siswa merasa kurang jelas melihat gambar atau visualisasi penjelasan guru, siswa belum mampu menghubungkan konsep-konsep matematika dengan kenyataan yang ada, pemahaman bahasa matematika siswa yang rendah, tingkat motivasi siswa yang rendah dalam memecahkan masalah, kontrol emosi siswa yang tidak memadai, dan kurangnya latihan soal berkaitan materi tersebut.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: Q Science > QA Mathematics
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Pendidikan Matematika - S2
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 23 Mar 2017 17:56
    Last Modified: 23 Mar 2017 17:56
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/32173

    Actions (login required)

    View Item