Pengaruh Environmental Enrichment terhadap Fungsi Memori Spasial Tikus Putih (Rattus novergicus)

RIZQIKA, AMALIA NOVIA (2017) Pengaruh Environmental Enrichment terhadap Fungsi Memori Spasial Tikus Putih (Rattus novergicus). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (585Kb)

    Abstract

    Amalia Novia Rizqika, G0013022, 2016. Pengaruh Environmental Enrichment terhadap Fungsi Memori Spasial Tikus Putih (Rattus novergicus). Skripsi, Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Latar Belakang: Memori spasial merupakan memori yang berfungsi untuk mendeteksi dan mengingat lokasi pada lingkungan, mengenali bentuk, mengenali jarak dan luas, dan mengetahui arah atau posisi seseorang. Environmental enrichment (EE) merupakan salah satu faktor eksternal yang mampu meningkatkan fungsi memori spasial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh EE terhadap fungsi memori spasial tikus putih Rattus novergicus. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain posttest only control group design yang dilakukan di Laboratorium Anatomi dan Embriologi FK UNS. Sampel berupa tikus putih galur Wistar (Rattus novergicus), jantan, usia 1,5 bulan. Sampel berjumlah 14 ekor yang diperoleh secara purposive sampling, dibagi dalam 2 kelompok secara acak. Proses adaptasi dilakukan pada hari ke-1 sampai ke-3. Kelompok Kontrol (KK) dikandangkan dalam kandang standar. Kelompok Perlakuan (KP) dikandangkan dalam kandang EE selama 14 hari. Pada hari ke-18-23, dilakukan uji memori spasial dengan spatial learning, probe trial, dan tes sensorik motorik Morris Water Maze (MWM). Data MWM dianalisis menggunakan uji t independen (spatial learning hari ke-1,waktu probe trial,tes sensoris motoris) dan Mann Whitney (spatial learning hari ke-2, ke-3, ke-4, ke-5 dan frekuensi probe trial)(α = 0,05). Hasil: Spatial learning per hari menunjukkan hasil rerata escape latency KP dibanding dengan KK hari ke-1 (35, 89 ; 45,10 p=0,117) hari ke-2 (14,72 ; 41,82 p=0,004) hari ke-3 (10,92 ; 30,97 p=0,009) hari ke-4 (9,5 ; 25,4 p=0,025) hari ke-5 (7,14 ; 23,54 p=0,011), sedangkan untuk probe trial MWM tidak menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara KP dengan KK (frekuensi 6,42 ; 5,57 p=0,214 dan waktu 16,42; 18,14 p=0,151). Hasil tes sensorik motorik tidak menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara KP dibanding KK (10,28 ; 12 p = 0,704). Simpulan: Environmental enrichment dapat memendekkan escape latency tikus putih Wistar (Rattus novergicus). Kata kunci: Environmental enrichment, memori spasial, Morris Water Maze

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    S Agriculture > SF Animal culture
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Depositing User: Sofi Wildan
    Date Deposited: 23 Mar 2017 14:46
    Last Modified: 23 Mar 2017 14:46
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/32127

    Actions (login required)

    View Item