PEMBINGKAIAN BERITA PENANGKAPAN TERDUGA TERORIS OLEH DENSUS 88 ANTITEROR DALAM MEDIA CETAK (Analisis Framing Berita dalam Harian Republika dan Koran Tempo terkait Penangkapan Siyono oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror)

NADHIFAH, AINUN NISA (2017) PEMBINGKAIAN BERITA PENANGKAPAN TERDUGA TERORIS OLEH DENSUS 88 ANTITEROR DALAM MEDIA CETAK (Analisis Framing Berita dalam Harian Republika dan Koran Tempo terkait Penangkapan Siyono oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (908Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Ainun Nisa Nadhifah, D0212008, PEMBINGKAIAN BERITA PENANGKAPAN TERDUGA TERORIS OLEH DENSUS 88 ANTITEROR DALAM MEDIA CETAK (Analisis Framing Berita dalam Harian Republika dan Koran Tempo terkait Penangkapan Siyono oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror), Skripsi, Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2016. Menurut catatan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), eksistensi media cetak saat ini semakin tergusur oleh media lainnya. Pada tahun 2015 misalnya, 16 media dikabarkan telah gulung tikar. Kendati demikian, media cetak yang kini masih bertahan justru memunculkan ketertarikan untuk diteliti. Media memiliki salah satu fungsi sebagai pengawas. Melalui berita-berita yang disajikan, media tidak hanya menginformasikan kepada khalayak, tetapi juga memberikan pengawasan atas segala yang terjadi di sekitar. Media memiliki cara untuk mengonstruksi realitas dengan memilih apa saja yang ditonjolkan maupun disingkirkan. Harian Republika dan Koran Tempo dalam kurun waktu yang sama, telah menerbitkan sejumlah berita terkait kasus penangkapan terduga teroris asal Klaten, Siyono. Penangkapan terduga teroris memang bukan peristiwa yang pertama kali terjadi di Indonesia. Namun, dalam kasus Siyono, ada sesuatu yang berbeda. Selang beberapa hari penangkapan, Siyono dikembalikan kepada keluarganya dalam kondisi tak bernyawa. Setelah itu, muncullah pihak-pihak seperti PP Muhammadiyah, Kontras, serta Komnas HAM, yang memberikan advokasi kepada keluarga Siyono sekaligus menuntut keadilan dari pihak kepolisian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan menggunakan framing analysis model Pan-Kosicki, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kedua media cetak tersebut membingkai berita penangkapan terduga teroris Siyono. Peneliti juga mengaitkan temuan penelitian dengan lima level yang memengaruhi isi media menurut Shoemaker dan Reese, elemen jurnalisme Kovach dan Rosenstiel serta, teori pers. Berdasarkan hasil analisis, dua media dengan latar belakang yang berbeda itu rupanya membingkai berita-berita kasus Siyono dengan cara yang relatif sama. Faktor ideologi, faktor individual, dan faktor rutinitas media menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap isi media. Dalam memberitakan kasus Siyono, prinsip tanggung jawab sosial masih dipegang oleh kedua media yang diteliti, kendati media cetak merupakan perusahaan yang membutuhkan pemasukan untuk tetap bertahan. Kata Kunci: media, ideologi, analisis framing, teori pers bertanggung jawab sosial ABSTRACT Ainun Nisa Nadhifah, D0212008, THE NEWS FRAMING OF THE ARREST OF A SUSPECTED TERRORIST BY DENSUS 88 ANTITEROR IN PRINT MEDIAS (The News Framing Analysis in Harian Republika and Koran Tempo Related to The Arrest of Siyono by Anti-terror Special Detachment), Undergraduate Thesis, Communication Science Department, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2016. According to the Alliance of Independent Journalists (AJI), the existence of the print medias are increasingly supplanted by other media. In 2015 for example, 16 media reportedly had been closed down. However, some print medias that still survive are bringing interests to be researched. The media has a function as a watchdog. Through the news presented, the media does not only inform the public but also provides oversight of all that is happening around. The media has a way to construct reality by choosing what is concealed and accentuated. Republika and Koran Tempo in the same period had published a number of news related to arrest of a suspected terrorist from Klaten, Siyono. The arrest of suspected terrorist is not the first time occurred in Indonesia. However, in the case of Siyono, there was something different. After few days of arrest, Siyono is returned to his family in a lifeless condition. PP Muhammadiyah, Kontras, and Komnas HAM then came to advocated Siyono’s family and also demanded justice from the police. This study belongs to a qualitative descriptive research. By using Pan-Kosicki model of framing analysis, this study aimed to determine how both Republika and Koran Tempo framed the news of the arrest of suspected terrorist Siyono. The finding from the research was also connected with the five-level that affect media content according to Shoemaker and Reese, the elements of journalism by Kovach and Rosenstiel, and the theory of the press. Based on the text analysis, these two medias with different backgrounds seemed to frame the news of Siyono case in the same way. Ideology, individual and media routine become the factors that mainly influence on media content. In reporting the arrest of Siyono, the principle of social responsibility was still held by the two medias, although the print medias themselves are companies that need revenue to survive. Keywords: media, ideology, framing analysis, social responsibility press theory.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
    P Language and Literature > PN Literature (General) > PN1990 Broadcasting
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
    Depositing User: Sofi Wildan
    Date Deposited: 23 Mar 2017 14:18
    Last Modified: 23 Mar 2017 14:18
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/32103

    Actions (login required)

    View Item