Efektivitas Ekstrak Cuscuta australis dan Litsea glutinosa sebagai Penghambat Dipeptidyl Peptidase-4 dalam Memodulasi Pertumbuhan Sel Kanker Payudara (Studi In Vitro pada MCF-7 Cell Line)

Putrinadia, Aninditya Verinda (2017) Efektivitas Ekstrak Cuscuta australis dan Litsea glutinosa sebagai Penghambat Dipeptidyl Peptidase-4 dalam Memodulasi Pertumbuhan Sel Kanker Payudara (Studi In Vitro pada MCF-7 Cell Line). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (373Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker payudara terkait aktivitas enzim dipeptidyl peptidase-4 (DPP-4). Cuscuta australis (tali putri) dan Litsea glutinosa (adem ati) merupakan tanaman herbal yang memiliki potensi untuk menghambat aktivitas enzim DPP-4, seperti obat antidiabetik oral sitagliptin secara in silico. Penghambatan aktivitas enzim tersebut diharapkan dapat menurunkan pertumbuhan sel. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak Cuscuta australis dan Litsea glutinosa sebagai penghambat DPP-4 dalam memodulasi pertumbuhan sel kanker payudara dibandingkan dengan sitagliptin. Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimen laboratorium dengan pendekatan post-test only control group design. Sebanyak 1x106 sel MCF-7 per sumuran digunakan untuk uji apoptosis dengan flowcytometer dan sebanyak 5x103 sel per sumuran digunakan untuk uji proliferasi dengan metode Microculture Tetrazolium Salt (MTT). Uji tersebut dilakukan dalam enam kelompok penelitian, yaitu kontrol negatif (KN), kontrol pelarut dengan DMSO (KD), kontrol positif dengan sitagliptin (KP), soxhletasi tali putri (ST), maserasi adem ati (MA), dan soxhletasi adem ati (SA). Data yang terkumpul dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dan Kruskal-Wallis (p< 0,05). Hasil: Pertumbuhan sel MCF-7 pada kelompok perlakuan (ST, MA, dan SA) menurun dibandingkan dengan kelompok KP secara signifikan (p< 0,001) setelah 24 dan 48 jam inkubasi. Pada inkubasi 72 jam, hanya kelompok sel MCF-7 pada kelompok ST dan SA menurun secara signifikan dibandingkan dengan kelompok KP (p< 0,05). Persentase viabilitas sel terendah tampak pada seluruh kelompok sel MCF-7 setelah inkubasi 48 jam. Kelompok KP (22,71%) dan ST (42,73%) memiliki persentase apoptosis sel lebih tinggi daripada kelompok KN (4,97%) dan KD (6,76%). Simpulan: Ekstrak soxhletasi Cuscuta australis dapat menghambat dan menginduksi apoptosis sel MCF-7 kemungkinan melalui jalur penghambatan DPP-4, sementara ekstrak maserasi dan soxhletasi Litsea glutinosa hanya dapat menghambat pertumbuhan sel MCF-7. Kata kunci: actinodaphnine, Cuscuta australis, kanker payudara, Litsea glutinosa, sitagliptin ABSTRACT Background: Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is one of risk factors in breast cancer pathogenesis related to dipeptidyl peptidase-4 (DPP-4) enzyme activity. Cuscuta australis and Litsea glutinosa which are herbal plants have an ability to inhibit DPP-4 enzyme activity in silico, like an antidiabetic drug sitagliptin. Inhibition of the enzyme activity is expected to reduce cell growth. Therefore, this study aimed to determine the effectiveness of extract Cuscuta australis and Litsea glutinosa as a DPP-4 inhibitor in modulation of breast cancer cell growth compared to sitagliptin. Methods: This study was an experimental laboratory with post-test only control group design. 1x106 MCF-7 cells per well were used to examine apoptosis which used flowcytometer and 5x103 cells for Microculture Tetrazolium Salt (MTT) proliferation assay. These assays were conducted in six different groups, negative control (KN), negative control with DMSO (KD), positive control with sitagliptin (KP), soxhletation of Cuscuta australis (ST), maceration of Litsea glutinosa (MA), and soxhletation of Litsea glutinosa (SA). Collected data was analyzed using One-Way ANOVA and Kruskal-Wallis test (p< 0.05). Results: Proliferation rate of MCF-7 cells in treatment groups (ST, MA, and SA) was lower than that of KP group after 24 and 48 hours incubation and it reached significant difference (p< 0.001). In 72 hour incubation, only MCF-7 cells in ST and SA groups decreased significantly compared with KP group (p< 0.05). A lower percentage of cell viability in all treated groups was observed in KP and ST groups after 48 hour incubation. MCF-7 cells in KP and ST groups had higher percentage of apoptotic cells (22.71% and 42.73% respectively) than KN (4.97%) and KD (6.76%) groups. Conclusion: Soxhletation extract of Cuscuta australis can inhibit and induce apoptosis of MCF-7 cells through DPP-4 inhibition, while maceration and soxhletation extracts of Litsea glutinosa only inhibit MCF-7 cell proliferation. Keywords: actinodaphnine, breast cancer, Cuscuta australis, Litsea glutinosa, sitagliptin

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 21 Mar 2017 11:49
    Last Modified: 21 Mar 2017 11:49
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/32008

    Actions (login required)

    View Item