ANALISIS FATIGUE PADA WEARING COURSE MENGGUNAKAN METODE CLASSICAL FATIGUE

N, ADITYA MARTIEN (2017) ANALISIS FATIGUE PADA WEARING COURSE MENGGUNAKAN METODE CLASSICAL FATIGUE. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (13Kb)

    Abstract

    Permasalahan yang sering terjadi pada lapis atas permukaan perkerasan (wearing course) adalah retak yang disebabkan oleh repetisi beban yang berulang-ulang atau biasa disebut dengan fatigue. Analisis tentang fatigue masih jarang dilakukan di Indonesia. Salah satu metode yang digunakan untuk analisis fatigue adalah metode Classical Fatigue. Dengan menggunakan metode ini akan didapatkan sebuah model persamaan untuk memprediksi umur layan suatu perkerasan wearing course. Selain itu dengan adanya permasalahan seperti ini, perlu ada inovasi baik dalam hal material dan perencanaan perkerasan wearing course yaitu dengan memodifikasi campuran aspal seperti penambahan polimer EVA atau menggunakan aspal modifikasi produksi pabrik seperti aspal SBS E-60. Penelitian bertujuan untuk membuat suatu model persamaan fatigue perkerasan wearing course. Uji marshall dilakukan terhadap 3 jenis campuran aspal yaitu campuran aspal penetrasi 60/70 (tanpa modifikasi), campuran aspal SBS E-60, dan campuran aspal penetrasi 60/70 + EVA. Campuran aspal terbaik (hasil uji Marshall) kemudian diuji menggunakan Indirect Tensile Fatigue Test (ITFT) untuk mendapatkan karakteristik fatigue nya. Untuk uji fatigue digunakan alat Indirect Tensile Fatigue Test (ITFT). Benda uji yang digunakan untuk pengujian ITFT berjumlah 3 buah dengan 3 variasi pembebanan yaitu 500 KPa, 600 KPa, dan 700 KPa. Suhu dan frekuensi pengujian masing masing 20oC dan 10 Hz. Hasil penelitian didapat campuran aspal terbaik hasil uji Marshall adalah campuran aspal penetrasi 60/70 + EVA. Sedangkan hasil pengujian ITFT terhadap campuran terbaik ini mendapatkan nilai N (jumlah repetisi beban maksimal) pada pembebanan 500 KPa adalah 10401 cycle, pada pembebanan 600 KPa adalah 6841 cycle, dan pada pembebanan 700 KPa adalah 1371 cycle. Besar nilai initial strain, initial stiffness, dan Nf-50 berturut-turut pada pembebanan 500 KPa adalah sebesar 119 µε, 20503.5 MPa, dan 8701 cycle. Pada pembebanan 600 KPa adalah sebesar 180 µε, 22115 MPa, dan 5492 cycle. Pada pembebanan 700 KPa adalah sebesar 294 µε, 18337 MPa, dan 1271 cycle. Hasil pengamatan inilah yang digunakan untuk membuat model persamaan N

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 21 Mar 2017 11:47
    Last Modified: 21 Mar 2017 11:47
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/32007

    Actions (login required)

    View Item