TANGGUNG JAWAN PPAT DALAM PEMBUATAN AKTA JUAL BELI TANAH DAN PENDAFTARANNYA DI KOTA SURAKARTA

Y, FARIED MUHAMMAD (2017) TANGGUNG JAWAN PPAT DALAM PEMBUATAN AKTA JUAL BELI TANAH DAN PENDAFTARANNYA DI KOTA SURAKARTA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (247Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Faried Muhammad Yamin. S351208058. Tanggung Jawab PPAT Dalam Pembuatan Akta Jual Beli Tanah dan Pendaftarannya Di Kota Surakarta. 2016. Program Studi Magister Kenotariatan Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta Tanah mempunyai arti penting dalam kehidupan manusia karena tanah mempunyai fungsi ganda, yaitu sebagai social asset dan sebagai capital asset. Persoalan pemilikan tanah termasuk adalah soal kepastian hukum atas tanh tersebut oleh subyek hukum yang memiliki tanah tersebut. Pendaftaran tanah merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah secara terus menerus, berkesinambungan dan teratur yang meliputi pengumpulan, pengolahan, pembukuan, penyajian serta pemeliharaan data fisik dan data yuridis mengenai tanah. Pendaftaran Peralihan Hak atas Tanah, dilaksanakan oleh PPAT, sesuai dengan ketentuan tentang Peraturan Jabatan PPAT yakni Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998 Tentang Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah. Kedudukan Pejabat Pembuat Akta Tanah termasuk akta-aktanya, bentuk akta merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan kegiatan pendaftaran tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis Peran PPAT dan kedudukan akta jual beli dalam pendaftaran tanah, dan mengkaji tanggung jawab PPAT atas akta Jual beli yang dibuatnya. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data meliputi studi lapangan, wawancara, dan studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa PPAT dalam membuat akta jual beli, menuangkan kehendak para pihak yang melakukan jual beli. PPAT berperan dalam pendaftaran tanah karena jual beli adalah menjalankan sebagaian proses kegiatan pendaftaran tanah. Pembuatan akta jual beli merupakan syarat pendaftaran peralihan hak karena jual beli, dengan kedudukan akta jual beli sebagai bukti yang sah telah dilakukan perbuatan hukum. PPAT dapat dimintai pertanggung jawaban dari aspek administrasi, perdata, dan pidana. Kata kunci: PPAT, tanggung jawab, akta jual beli, pendaftaran

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    K Law > K Law (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 19 Mar 2017 22:36
    Last Modified: 19 Mar 2017 22:36
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/31970

    Actions (login required)

    View Item