HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRESS DENGAN KEJADIAN DERMATITIS SEBOROIK TIPE SICCA (KETOMBE) PADA MAHASISWA TINGKAT II PROGRAM STUDI KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

HASANAH, ANISA (2017) HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRESS DENGAN KEJADIAN DERMATITIS SEBOROIK TIPE SICCA (KETOMBE) PADA MAHASISWA TINGKAT II PROGRAM STUDI KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (586Kb)

    Abstract

    Anisa Hasanah, G0013032, 2016. Hubungan antara Tingkat Stress dengan Kejadian Dermatitis Seboroik tipe sicca (ketombe) pada Mahasiswa Tingkat II Program Studi Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Pendahuluan: Dermatitis Seboroik tipe sicca (ketombe) merupakan kondisi non-inflamasi pada kulit kepala yang ditandai dengan adanya deskuamasi yang berlebihan. Salah satu faktor risiko terjadinya dermatitis Seboroik tipe sicca (ketombe) adalah stress. Mahasiswa mengalami perubahan kebiasaan tidur, liburan, perubahan kebiasaan makan, dan peningkatan beban tugas merupakan beberapa faktor pencetus stress. Perlu diketahui hubungan antara tingkat stress dengan kejadian dermatitis seboroik tipe sicca (ketombe) dan pengaruh semakin tinggi tingkat stress dengan semakin tinggi risiko kejadian dermatitis seboroik tipe sicca (ketombe). Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada Oktober-November 2016 di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta. Subjek penelitian ini adalah Mahasiswa tingkat II Program Studi Kedokteran Universitas Sebelas Maret sebanyak 48 subjek dengan metode consequtive sampling. Diagnosis dermatitis seboroik tipe sicca (ketombe) ditegakkan dengan cara inspeksi yang dilakukan oleh dokter, sedangkan tingkat stress dengan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Data hasil penelitian diuji dengan uji chi-square (x2). Hasil Penelitian: Hasil uji statistik menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stress dengan kejadian dermatitis seboroik tipe sicca (ketombe) pada mahasiswa tingkat II Program Studi Kedokteran Universitas Sebelas Maret dengan nilai p > 0,05 (p = 0,963). Hasil hitung estimasi rasio prevalensi (RP) menunjukkan bahwa stress merupakan risiko terjadinya dermatitis seboroik tipe sicca (ketombe) dengan RP = 1,067 pada stress ringan-sedang dan 1,091 pada stress berat-sangat berat. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara tingkat stress dengan kejadian dermatitis seboroik tipe sicca (ketombe) pada mahasiswa tingkat II Program Studi Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Berdasarkan hasil RP stress ringan sedang dan stress berat-sangat berat meningkatkan risiko terjadinya dermatitis seboroik tipe sicca (ketombe) sebanyak satu kali daripada normal.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 16 Mar 2017 14:01
    Last Modified: 16 Mar 2017 14:01
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/31919

    Actions (login required)

    View Item