ANALISIS BIDANG GELINCIR LERENG STUDI KASUS LONGSORAN RUAS JALAN PURWANTORO – NAWANGAN/BTS JATIM KM 89+400

Purnomo, Joko Sidik (2017) ANALISIS BIDANG GELINCIR LERENG STUDI KASUS LONGSORAN RUAS JALAN PURWANTORO – NAWANGAN/BTS JATIM KM 89+400. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Other
Download (366Kb)

    Abstract

    Abstrak Kabupaten Wonogiri merupakan wilayah bagian timur selatan Provinsi Jawa Tengah yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Timur dan Provinsi DIY. Secara fisiografi wilayah Kabupaten Wonogiri sebagian besar berupa perbukitan bergelombang sehingga sering terjadinya bencana longsor terutama saat musim penghujan. Musibah tanah longsor yang baru saja terjadi di ruas jalan Purwantoro-Nawangan/Bts Jatim Km 89+400 yang mengakibatkan terganggunya arus transportasi diwilayah tersebut. Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah membawahi kewenangan pengelolaan jalan provinsi tersebut dalam penanganan rekonstruksi dan pemeliharaan infrastruktur jalan. Selama ini, kesalahan analisis stabilitas lereng tidak banyak disebabkan oleh bentuk anggapan bidang longsor, akan tetapi oleh kesalahan dalam penentuan lokasi bidang longsor kritisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari bentuk dan lokasi bidang gelincir yang sesuai pada longsoran ruas jalan tersebut dengan interpretasi hasil uji tanah lapangan dan usulan penanganan perkuatan lereng longsoran yang sesuai. Metode penelitian ini adalah dengan interpretasi hasil uji tanah lapangan serta pemodelan bentuk bidang gelincir lereng menggunakan metode limit equilibrium dan metode elemen hingga. Pengolahan kontur di daerah longsoran lereng pada penelitian ini menghasilkan 3 penampang lereng. Pemodelan lereng dilakukan dengan kondisi terdapat muka air tanah dan tanpa muka air tanah. Pemodelan lereng saat terdapat muka air tanah tinggi menghasilkan bentuk bidang gelincir komposit (gabungan antara datar dan lingkaran) dengan angka aman 0.3-0.7. Lereng tetap stabil dan aman saat dilakukan pemodelan lereng dengan kondisi lereng tidak terdapat muka air tanah. Hal ini sesuai dengan kondisi lapangan bahwa saat kondisi lereng kering angka keamanan lereng > 1.2. Penanganan perkuatan pada ketiga lereng akan diusulkan dengan perubahan geometri dan dinding penahan tanah kantilever. Hasil pemodelan pada 2 penampang lereng menghasilkan kemantapan lereng dengan angka keamanan 1.236 dan 1.48. Penanganan perkuatan lereng pada penampang lereng lainnya diusulkan kombinasi perubahan geometri dan dinding penahan tanah kantilever yang akan menghasilkan angka keamanan sebesar 1.367. Kata kunci: Bidang gelincir, analisis kestabilan lereng dan bidang gelincir komposit.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister > Teknik Sipil - S2
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 06 Mar 2017 14:05
    Last Modified: 06 Mar 2017 14:05
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/31837

    Actions (login required)

    View Item