Analisis Stabilitas Lereng Bertingkat Dengan Perkuatan Geotekstil Menggunakan Metode Elemen Hingga

PRASETYO, ICHSAN (2017) Analisis Stabilitas Lereng Bertingkat Dengan Perkuatan Geotekstil Menggunakan Metode Elemen Hingga. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (169Kb)

    Abstract

    Ichsan Prasetyo, 2016, Analisis Stabilitas Lereng dengan Perkuatan Geotekstil Menggunakan Metode Elemen Hingga, Skripsi, Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Metode yang dikembangkan oleh ahli untuk menangani kestabilitasan lereng banyak mengalami perkembangan, dari sistem yang konvensional yaitu penerapan terasering, turap, dinding penahan tanah (DPT), dan terucuk. Sistem yang banyak digunakan di dunia teknik sipil, geosintetik,adalah nailing, dan penerapan pra tegang. Kemajuan teknologi sangat membantu dalam proses analisis dan perencanaan terutama dalam analisis dan kestabilitasan lereng, saat ini program yang sudah dapat digunkan yaitu program Plaxis 2D v 8.2. Manfaat dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat keamanan suatu lereng yang digunakan sebagai infrastruktur jalan dan merencanakan perkuatan lereng yang aman Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode elemen hingga dengan menggunakan program Plaxis 8.2. Permodelan dilakukan dengan beberapa variasi pada panjang geotekstil dan tebal tanah timbunan pengisi. Permodelan elemen hingga yang dipilih dalam penelitian ini berupa plane strain. Permodelan material tanah yang dipilih adalah Mohr-Coulomb. Model Mohr-Coulomb dipilih karena model ini merupakan suatu pendekatan “ordo peratama” dari perilaku tanah dan batuan. Perhitungan elemen hingga dalam penelitian mengunakan perhitungan (calculation type) mengunakan plastic dan phi/c reduction. Jenis plastic adalah jenis proses analisis yang digunakan pada model karena dianggap apabila beban yang diberikan sudah tidak bekerja lagi, model dianggap pada kondisi plastis, sedangkan jenis phi/c reduction digunakan untuk analisis faktor keamanan. Analisis stabilitas lereng bertingkat existing didapat angka keamanan lereng untuk pendekatan sudut geser Mayerhoff adalah 1,2221 sehingga menurut angka keamanan Bowless maka kelongsoran pernah terjadi. Angka keamanan lereng diperkuat geotekstil panjang 2 m, dengan variasi tebal timbunan tanah 0,3 m; 0,4 m; 0,5 m; dan 0,6 m memiliki SF di bawah angka keamanan Bowless 1,25 sehingga longsor bisa terjadi. Angka keamanan lereng diperkuat geotekstil panjang 4 m dan 6 m dengan variasi tebal timbunan tanah 0,3 m; 0,4 m; 0,5 m; dan 0,6 m memiliki SF di atas angka keamanan Bowless 1,25 sehingga longsor jarang terjadi. Kata kunci : stabilitas lereng, lereng bertingkat, geotekstil, angka keamanan

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 06 Mar 2017 13:57
    Last Modified: 06 Mar 2017 13:57
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/31836

    Actions (login required)

    View Item