PENENTUAN NILAI EKUIVALENSI MOBIL PENUMPANG (emp) PADA BUNDARAN ( Studi Kasus Bundaran Joglo, Surakarta )

UTAMI, PUTRI KHOIRIYAH (2010) PENENTUAN NILAI EKUIVALENSI MOBIL PENUMPANG (emp) PADA BUNDARAN ( Studi Kasus Bundaran Joglo, Surakarta ). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (555Kb)

    Abstract

    Peningkatan jumlah penduduk Indonesia yang cukup besar disetiap tahun, mengakibatkan peningkatan aktivitas dalam kegiatan pemenuhan kebutuhan hidup. Hal ini menuntut peningkatan sarana dan prasarana transportasi guna melancarkan arus lalu lintas. Peningkatan jumlah transportasi yang tidak disertai dengan perkembangan prasarana dapat menyebabkan konflik pada simpang atau bundaran. Masalah yang terjadi misalnya adalah antrian dan tundaan yang cukup panjang. Panjang antrian dapat mengganggu arus lalu lintas yang berada disekitar bundaran atau simpang. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya peningkatan prasarana lalu lintas dan manajemen lalu lintas yang terdiri manajemen kapasitas, man ajemen demand, dan manajemen prioritas. Bundaran merupakan pulau ditengah-tengah simpang yang lebih tinggi dari permukaan jalan rata-rata, bukan berupa garis marka sehingga secara nyata tidak ada kendaraan yang melewatinya. Pada umumnya bundaran dengan pengaturan hak jalan (prioritas dari kiri) digunakan di daerah perkotaan dan pedalaman bagi persimpangan antara jalan dengan arus lalu-lintas sedang. Pada arus lalu-lintas yang tinggi dan kemacetan pada daerah keluar simpang, bundaran tersebut mudah terhal ang, yang mungkin menyebabkan kapasitas terganggu pada semua arah. Bundaran paling efektif jika digunakan untuk persimpangan antara jalan dengan ukuran dan tingkat arus yang sama. Karena itu bundaran sangat sesuai untuk persimpangan antara jalan dualajur atau empat-lajur. Perhitungan kinerja simpang memerlukan data arus kendaraan dan data geometri jalan. Arus yang melintas di sebuah ruas jalan terdiri dari berbagai macam kendaraan, diantaranya mobil penumpang, bus kota, dan sepeda motor. Untuk membilangkan klasifikasi arus lalu lintas adalah dengan menyatakan lalu lintas bukan dalam kendaraan per jam melainkan dalam satuan mobil penumpang (smp) per jam. Oleh karena itu diperlukan sebuah nilai konversi sehingga arus lalu lintas menjadi lebih tepat jika dinyatakan dalam jenis kendaraan standar,yaitu mobil penumpang, yang dikenal dengan istilah satuan mobil penumpang (smp) dan faktor konversi dari berbagai macam kendaraan tersebut menjadi mobil penumpang dikenal dengan emp (ekivalensi mobil penumpang). Istilah dalam bahasa inggris, smp menjadi pcu (passenger car unit) sedangkan emp menjadi pce (passenger car equivalent)

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
    H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: Andika Setiawan
    Date Deposited: 13 Jul 2013 18:35
    Last Modified: 13 Jul 2013 18:35
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/3181

    Actions (login required)

    View Item