SEJARAH BUDIDAYA TEMBAKAU MELALUI PROGRAM INTENSIFIKASI TEMBAKAU VORSTENLANDS (ITVL) DI KECAMATAN WEDI, KABUPATEN KLATEN TAHUN 1983-1998

TRIAYUNIGSIH, ANISA (2017) SEJARAH BUDIDAYA TEMBAKAU MELALUI PROGRAM INTENSIFIKASI TEMBAKAU VORSTENLANDS (ITVL) DI KECAMATAN WEDI, KABUPATEN KLATEN TAHUN 1983-1998. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (815Kb)

    Abstract

    Anisa Triayuningsih, C0512009, Sejarah Budidaya Tembakau Melalui Program Intensifikasi Tembakau Vorstenlands Pada Tahun 1983-1998 di Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Skripsi Jurusan Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian historis, yang mendiskripsikan tentang budidaya tembakau melalui program intensifikasi tembakau Vorstenlands (ITVL) pada tahun 1983-1998 di Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) latar belakang adanya pelaksanaan Program Intensifikasi Tembakau Vorstenlands (ITVL) pada tahun 1983-1998, (2) peran petani dalam pelaksanaan Program Intensifikasi Tembakau Vorstenlands (ITVL) pada tahun 1983-1998, dan (3) dampak pelaksanaan Program Intensifikasi Tembakau Vorstenlands (ITVL) terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat sekitar dan perkebunan tembakau di Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten tahun 1983-1998. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber baik interen maupun eksteren, interpretasi, dan historiografi. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen berupa arsip-arsip mengenai program ITVL yang didapat dari PTPN X Klaten, Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Klaten, serta BPS Kabupaten Klaten, dan wawancara dengan beberapa petani peserta ITVL, serta Kepala Gudang Pengolahan Wedi-birit. Setelah pengumpulan data, kemudian data dianalisis dan diinterpretasikan berdasarkan kronologisnya. Selanjutnya untuk menganalisa data, digunakan pendekatan ekonomi dan sosiologi. Hasil penelitian menunjukkan, pertama, adanya penurunan hasil produksi tembakau yang disebabkan oleh kurangnya pengalaman petani dan kurangnya tenaga ahli, kemudian mengakibatkan menurunnya jumlah ekspor tembakau, dan memberikan imbas terhadap menurunnya pendapatan dan kesejahteraan petani. Hal tersebut yang melatarbelakangi diterapkannya program Intensifikasi Tembakau Vorstenlands (ITVL). Kedua, hubungan yang terjalin antara petani dan pihak perkebunan awalnya berlandaskan atas hubungan saling menguntungkan, namun kemudian petani merasa dirugikan dengan diberlakukannya SK Bupati yang mengharuskan petani menyewakan lahannya kepada pihak perkebunan. Ketiga, dari program ITVL ini menimbulkan terjadinya dampak positif maupun negatif, terutama terhadap petani peserta program ITVL. Adapun dampak positif tersebut yaitu saat panen tembakau mengalami peningkatan, maka petani mengalami peningkatan pendapatan, selain itu, terdapat peluang kerja seperti perekrutan buruh perkebunan yang ikut meningkat. Adapun dampak negatif yang terjadi yaitu adanya kesenjangan sosial antara pegawai perkebunan dengan petani, yang diakibatkan oleh perbedaan pendapatan, kemudian memunculkan protes dari petani. Kesimpulan yang dapat diambil, tidak selamanya program ITVL memberikan dampak positif kepada masyarakat, karena hanya menguntungkan pihak perkebunan saja. Hal ini disebabkan karena pihak perkebunan lebih dekat dengan pemerintah, sehingga menjadikan petani dalam posisi yang lemah dalam kerjasama program ITVL. Tetapi harus diingat pula, pada musim-musim tertentu program ITVL juga memberikan dampak yang positif bagi masyarakat. Kata kunci: Intensifikasi, Kebijakan, Lahan, Perkebunan, Tembakau, Wedi.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: D History General and Old World > D History (General)
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa
    Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Ilmu Sejarah
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 28 Feb 2017 15:48
    Last Modified: 28 Feb 2017 15:48
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/31750

    Actions (login required)

    View Item