PERSEPSI PEJALAN KAKI TERHADAP STANDAR PEDOMAN DAN KONDISI FISIK JALUR PEJALAN KAKI DI JALAN JENDERAL SUDIRMAN SALATIGA

HADIYANTO, WAHYU (2017) PERSEPSI PEJALAN KAKI TERHADAP STANDAR PEDOMAN DAN KONDISI FISIK JALUR PEJALAN KAKI DI JALAN JENDERAL SUDIRMAN SALATIGA. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (169Kb)

    Abstract

    Jalur pejalan kaki merupakan jalur yang disediakan khusus untuk pejalan kaki agar terhindar dari konflik dengan kendaraan bermotor, namun kenyataannya banyak pejalan kaki yang tidak bersedia menggunakan jalur pejalan kaki dan lebih memilih berjalan kaki di bahu jalan. Observasi awal yang dilakukan di Jalan Jenderal Sudirman Salatiga menunjukkan bahwa 65,02 % pejalan kaki tidak menggunakan jalur pejalan kaki untuk beraktivitas dan 34,98 % pejalan kaki yang menggunakan jalur pejalan kaki. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi eksisting jalur pejalan kaki, mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan pejalan kaki tidak bersedia menggunakan jalur pejalan kaki, mengetahui standar pedoman jalur pejalan kaki yang dapat dijadikan acuan dalam perbaikan dan penataan jalur pejalan kaki di Jalan Jenderal Sudirman Salatiga. Identifikasi kondisi eksisting jalur pejalan kaki dibagi menjadi 3 segmen, yaitu: segmen I dari Bundaran Tamansari sampai Tamansari Shoping Center, segmen II adalah di depan kompleks Pasar Raya 2 Salatiga dan segmen III dari Pasar Raya 1 Salatiga sampai Simpang Tiga Sukowati. Persepsi pejalan kaki diperoleh dengan memberikan kuesioner tentang kondisi fisik dan fasilitas yang ada pada jalur pejalan kaki. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 100 responden pada tiap segmen, sehingga total responden adalah 300 orang. Standar pedoman yang dijadikan acuan dalam perbandingan standar pedoman pada penelitian ini adalah standar pedoman di Indonesia dan standar dari luar negeri, yaitu: standar UN ESCWA, standar FHWA, standar PDP dan hasil penelitian dari Shekari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan identifikasi kondisi eksisting, keberadaan pedagang kaki lima dan parkir sepeda motor menyebabkan lebar efektif trotoar berkurang. Perubahan level permukaan trotoar yang tinggi, kemiringan dan tanjakan yang curam dan permukaan trotoar banyak yang rusak ditemukan di jalur pejalan kaki Jalan Jenderal Sudirman. Fasilitas penunjang jalur pejalan kaki cukup tersedia, namun kondisinya kurang terawat. Fasilitas untuk difable hanya berupa ramp trotoar yang terdapat pada segmen I. Faktor-faktor yang mempengaruhi pejalan kaki tidak menggunakan jalur pejalan kaki adalah hambatan dan rintangan yang disebabkan oleh keberadaan pedagang kaki lima dan parkir sepeda motor, permukaan trotoar yang rusak, ramp trotoar yang sempit dan permukaannya sudah rusak, gang/jalan untuk kendaraan bermotor (driveway) yang memotong jalur pejalan kaki, jalur pejalan kaki yang terputus (tidak menerus) karena terdapat perbedaan level permukaan trotoar yang tinggi, jalur pejalan kaki yang kurang lebar, kemiringan melintang jalur pejalan kaki yang curam sehingga membahayakan pejalan kaki terutama pengguna kursi roda dan tidak adanya tonggak pembatas (bollard) yang dapat melindungi jalur pejalan kaki agar tidak bisa diakses oleh kendaraan bermotor. Berdasarkan perbandingan standar pedoman jalur pejalan kaki diperoleh standar pedoman yang dapat dijadikan acuan untuk melakukan perbaikan jalur pejalan kaki di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman Salatiga. Kata kunci: Persepsi Pejalan Kaki, Standar pedoman, Jalur pejalan kaki, Trotoar.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Teknik Sipil - S2
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 14 Feb 2017 08:23
    Last Modified: 14 Feb 2017 08:23
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/31719

    Actions (login required)

    View Item