PENINGKATAN KEMAMPUAN MENJUMLAH BIDANG STUDI MATEMATIKA DENGAN MEDIA BENDA NYATA PADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS II SLB-C SHANTI YOGA KLATEN

Istiyati, (2009) PENINGKATAN KEMAMPUAN MENJUMLAH BIDANG STUDI MATEMATIKA DENGAN MEDIA BENDA NYATA PADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS II SLB-C SHANTI YOGA KLATEN. Other thesis, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

[img] PDF - Published Version
Download (292Kb)

    Abstract

    Anak tunagrahita merupakan salah satu golongan anak luar biasa yang mengalami keterlambatan dalam proses perkembangan mentalnya, menurut Sutratinah Tirtonegoro (1995:4) seorang anak dikatakan menyandang tunagrahita bila perkembangan dan pertumbuhan mentalnya dibandingkan anak normal yang sebaya, memerlukan pendidikan khusus, latihan khusus, bimbingan khusus supaya mentalnya dapat berkembang seoptimal mungkin. Anak tunagrahita ringan sering disebut dengan istilah debil yang mempunyai karakteristik diantaranya: fisik seperti anak normal, hanya sedikit mengalami keterlambatan dalam kemampuan sensomotorik, sukar berpikir abstrak dan logis, kurang memiliki kemampuan analisa, assosiasi lemah, fantasi lemah kurang mampu mengendalikan perasaan, mudah dipengaruhi, dan kepribadian kurang harmonis karena tidak mampu menilai baik dan buruk (Mumpuniarti, 2000:41). Anak tunagrahita ringan adalah anak yang lancar berbicara tetapi kurang perbendaharaan kata-katanya, mereka mengalami kesukaran berpikir abstrak tetapi mereka masih dapat mengikuti pelajaran akademik baik di sekolah biasa maupun di sekolah khusus (Moh Amin, 1995:37). Anak tunagrahita ringan memiliki karakteristik fisik yang tidak jauh berbeda dengan anak normal, tetapi keterampilan motoriknya lebih rendahdari anak normal (Astati, 2001:5). Berdasarkan karakteristik tersebut maka dalam proses belajar mengajar anak tunagrahita ringan memerlukan strategi pembelajaran yang sesuai dengan keadaan anak, antara lain dengan memberikan materi pelajaran dari yang kongkrit ke abstrak, dari yang mudah ke yang sukar, dari yang umum ke khusus agar anak tidak bosan belajar dan kesulitan dalam mamahami materi pembelajaran. Hendaknya guru dapat menciptakan kondisi bermain sambil belajar. Pelajaran menulis pada anak tunagrahita ringan bermanfaat untuk melatih keterampilan anak dalam mengikuti pelajaran ke jenjang yang lebih tinggi dan dapat melatih 3 keterampilan anak untuk bekerja (pre-vocational training) dengan tujuan anak dapat menggali keterampilan-keterampilan yang dimiliki untuk dikembangkan. Observasi di lapangan anak tunagrahita ringan mengalami kesulitan dalam menulis dan berhitung, hal ini disebabkan oleh motorik halus dan IQ anak yang tidak berkembang secara optimal. Anak yang memiliki kemampuan berpikir lemah ini akan mengalami kesulitan dalam belajar, karena kurang mampu menanggapi masalah-masalah dengan keberadaan yang dimiliki. Berarti bahwa keberhasilan pencapaian pendidikan banyak dipengaruhi bagaimana pelaksanaan proses belajar. Belajar sangatlah kompleks dan hasilnya dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut dapat digolongkan menjadi dua faktor yaitu, faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern adalah faktor yang berasal dari dalam individu itu sendiri, meliputi: bakat, minat, sikap, intelegensi, perhatian dan motivasi. Sedangkan faktor ekstern adalah faktor yang berasal dari luar individu seperti lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, teman bergaul, status ekonomi orangtua, saranadan prasarana. Berdasarkan faktor tersebut di atas diharapkan saling mempengaruhi secara positif dalam proses belajar siswa, sehingga dapat mencapai prestasi yang optimal. Kenyataan di lapangan kita sering menjumpai ada sebagian siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar, tidak dapat menggunakan bahan pelajaran dengan baik, dan mengakibatkan prestasi belajar menurun atau tidak sesuai dengan prestasi yang diharapkan. Banyak kita jumpai anak tunagrahita ringan di kelas-kelas awal mengalami kesulitan menulis, membaca dan menghitung. Dengan cara individual diharapkan guru dapat mengetahui perkembangannya dan dalam pengajaran juga mengetahui perkembangan dalam menguasai materi yang telah disampaikan. Sarana belajar sangatlah berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa. Sarana di sini dapat berupa media pengajaran (alat peraga) yaitu media benda nyata sebagai alat bantu untuk memperjelas, memvisualisasikan suatu konsep, ide atau pengertian tertentu. Terutama pelajaran Matematika, guru harus menggunakan alat peraga, terlebih lagi di kelas awal. Media berhasil 4 membawakan pesan belajar kita kemudian terjadi perubahan tingkahlaku atau sifat belajar pada diri siswa sehingga berpengaruh pada prestasi belajar siswa. Penyampaian pembelajaran guru tidak terlepas dari berbagai metode, sehingga anak merasa tertarik untuk belajar. Metode yang tepat sangat penting diterapkan dalam penanganan kesulitan belajar bagi siswa kelas II SLB-C Shanti Yoga Klaten yang masih terdapat banyak keterbatasan. Pelaksanaan pengajaran hanya mengandalkan pada satu guru tanpa ada kerja sama dengan guru-guru lain, sehingga mempengaruhi pelaksanaan pengajaran Matematika serta terbatasnya fasilitas pembelajaran di kelas.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1501 Primary Education
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Matematika
    Depositing User: Users 849 not found.
    Date Deposited: 13 Jul 2013 18:00
    Last Modified: 13 Jul 2013 18:00
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/3164

    Actions (login required)

    View Item