INDUSTRI PERKEBUNAN TEBU DI RESIDENSI MADIUN PADA MASA AKHIR KOLONIAL (1900-1942)

P, ELA APRILIA (2017) INDUSTRI PERKEBUNAN TEBU DI RESIDENSI MADIUN PADA MASA AKHIR KOLONIAL (1900-1942). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (53Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Ela Aprilia Putriningtias. C.0512024. 2016. Industri Perkebunan Tebu di Residensi Madiun Pada Masa Akhir Kolonial (1900-1942). Skripsi: Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Penelitian sejarah industri perkebunan tebu di Madiun pada masa kolonial akhir ini bertujuan untuk mengetahui kondisi industri perkebunan tebu di Madiun sebelum krisis ekonomi tahun 1929 dan untuk mengetahui perkembangan industri perkebunan tebu di Madiun pada masa krisis ekonomi 1929 dan sesudahnya hingga tahun 1942. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang dimulai dengan tahap heuristik, yakni pengumpulan data dari berbagai sumber sejarah sezaman yang berupa arsip dan dokumen. Tahap selanjutnya kritik sumber, yakni untuk mendapatkan data yang valid, interpretasi yaitu tahap menganalisis data sehingga memperoleh fakta dalam suatu peristiwa, dan terakhir penulisan hasil penelitian atau historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan industri perkebunan tebu di Madiun sebelum krisis ekonomi 1929 terus mengalami peningkatan yakni meliputi perluasan areal tanam, peningkatan jumlah tenaga kerja yang terserap, perkembangan sarana transportasi, serta pembangunan sarana irigasi. Adanya kelonggaran dalam penyewaan tanah telah terjadi sejak tahun 1870 terkait adanya UUA ((Undang-Undang Agraria), hingga pada tahun 1918 muncul ketentuan No. 88 mengenai adanya hak industri untuk mengatur upah maupun sewa sendiri. Ketentuan tersebut memberikan kompensasi perpanjangan hak sewa bagi industri gula hingga lima puluh tahun, ini menjadi faktor penting awal pertumbuhan industri perkebunan tebu pada abad ke-20. Memasuki dasawarsa ketiga abad dua puluh produksi gula di Madiun semakin melimpah bahkan mengalami penumpukan produksi. Namun pada tahun 1929 krisis ekonomi menimpa perekonomian Hindia Belanda, perkebunan tebu di Madiun mengalami kemerosotan. Untuk mengatasi kebangkritan industri gula, pemerintah melakukan pembatasan terhadap arus distribusi gula. Industri perkebunan tebu di Residensi Madiun pada masa akhir kolonial (1900-1942) mengalami kenaikan dan kemerosotan. Adapun nilai penting dari perkembangan industri perkebunan tebu adalah menjadi proses peredaran arus uang di kalangan masyarakat yang diperoleh dari upah kerja maupun upah sewa. Kata kunci: krisis ekonomi, masa kolonial akhir, perkebunan, tebu, Madiun.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: D History General and Old World > D History (General)
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa
    Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Ilmu Sejarah
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 03 Feb 2017 21:25
    Last Modified: 03 Feb 2017 21:25
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/31583

    Actions (login required)

    View Item