Analisis Metagenomik Jamur pada Tempe Terfermentasi Lanjut

A, RIZAL KHOIRUN (2017) Analisis Metagenomik Jamur pada Tempe Terfermentasi Lanjut. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (445Kb)

    Abstract

    KEANEKARAGAMAN JAMUR PADA TEMPE BUSUK DENGAN METODE Amplified Ribosomal DNA Restriction Analysis (ARDRA) RIZAL KHOIRUN ALFISAH Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sebelas Maret Surakarta ABSTRAK Tempe merupakan makanan tradisional asli Indonesia. Tempe dibuat dari kedelai melalui proses fermentasi dengan bantuan mikroorganisme salah satunya jamur. Tempe kedelai selain digunakan sebagai makanan fungsional juga dapat dimanfaatkan sebagai bumbu penyedap berupa tempe busuk. Tempe busuk dibuat dengan menambahkan waktu inkubasi pada proses pembuatan tempe. Tempe busuk memiliki karakteristik khas. Perbedaan karakteristik tempe sebelum dan sesudah membusuk menunjukkan adanya dinamika komunitas mikroorganisme. Untuk mengetahui peran konsorsium jamur dalam pembentukan cita rasa tersebut maka perlu dilakukan penelitian mengenai keanekaragaman komunitas jamur dalam proses fermentasi kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jamur pada proses fermentasi dengan metode Amplified Ribosomal DNA Restriction Analysis (ARDRA). Tempe kedelai yang telah difermentasi selama 48 jam, kemudian ditambahkan waktu inkubasi selama 1, 2, dan 3 hari hingga membusuk. DNA jamur pada tempe busuk diekstraksi dengan PowerSoil DNA Isolation Kit kemudian diamplifikasi gen penyandi 18S rRNA dengan primer nu-SSU-0817-F dan nu-SSU-1536-R. Produk PCR dipurifikasi dengan GeneJET Gel Extraction Kit pada gel agarosa 0,8% lalu dikloning dengan InsTAclone PCR Cloning Kit untuk dilakukan Blue-White Selection. Klon yang terpilih direstriksi menggunakan enzim AluI dan MspI lalu disekuensing pola restriksi yang berbeda. Sekuen akan dibandingkan dengan database pada program BLAST. Filotipe yang diperoleh akan dianalisis dengan Indeks Shannon-Wiener (H’) dan Evenness (E) untuk menggambarkan keanekaragaman jamur dan nilai penting relatif dari tiap filotipe dalam keanekaragaman tersebut. Kata kunci: tempe busuk, jamur, gen penyandi 18S rRNA, metode ARDRA.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: Q Science > QL Zoology
    Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
    Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Biologi
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 27 Jan 2017 10:12
    Last Modified: 27 Jan 2017 10:12
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/31505

    Actions (login required)

    View Item