PENGGUNAAN INTERNATIONAL ROUGHNESS INDEX DAN STRUCTURAL NUMBER UNTUK MENENTUKAN PENANGANAN PEMELIHARAAN JALAN DI KABUPATEN PEKALONGAN

, HERMAWAN (2017) PENGGUNAAN INTERNATIONAL ROUGHNESS INDEX DAN STRUCTURAL NUMBER UNTUK MENENTUKAN PENANGANAN PEMELIHARAAN JALAN DI KABUPATEN PEKALONGAN. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (27Kb)

    Abstract

    Abstrak Penanganan pemeliharaan jalan yang dilakukan oleh instansi teknis pada pemerintah daerah di Indonesia, secara umum belum menggunakan metode penilaian kondisi jalan. Nilai kondisi fungsional maupun struktural perkerasan jalan tidak diperhitungkan secara cermat. Akibatnya pola penanganan jalan cenderung sama, berulang dan tidak tepat. International Roughness Index (IRI) merupakan parameter untuk menilai kondisi fungsional perkerasan jalan sedangkan Structural Number (SN) merupakan parameter untuk menilai kondisi struktural perkerasan jalan. Mengukur kondisi jalan dengan menggunakan aplikasi Roadroid pada smartphone dapat memberikan cara yang efisien, terukur, dan biaya yang murah bagi penyelenggara jalan untuk mendapatkan data kondisi jalan. Kondisi jalan yang ditentukan oleh nilai IRI merupakan parameter untuk menentukan pencapaian Standar Pelayanan Minimum (SPM). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi jalan secara fungsional dan struktural. Hasil penelitian yang telah dilakukan, perkerasan secara fungsional dalam kondisi “baik” dengan perolehan nilai IRI kurang dari 4. Kondisi perkerasan secara struktural menunjukkan bahwa nilai Structural Number Effective (SNeff) kurang dari nilai Structural Number Future (SNf), dengan demikian kondisi struktural dari ruas jalan belum mampu melayani lalu lintas yang diprediksi sampai dengan umur rencana 20 tahun. Prediksi nilai IRI yang diperoleh untuk menentukan jenis pemeliharaan jalan secara fungsional dilakukan ketika nilai IRI melampaui nilai 4 dengan menggunakan overlay dari bahan HRS WC 30 mm. Pemeliharaan jalan secara struktural dilakukan berbagai skenario, yaitu konstruksi bertahap dan konstruksi langsung. Jenis bahan dan tebalapis perkerasan pada skenario konstruksi bertahap untuk umur rencana 15-20 tahun dan konstruksi langsung memberikan hasil yang lebih baik dari pada skenario konstruksi bertahap untuk umur rencana 5-20 tahun dan 10-20 tahun. Hasil perhitungan biaya pemeliharaan jalan secara fungsional adalah Rp. 25.258.662.075. Perhitungan biaya pemeliharaan jalan secara struktural adalah: skenario 1 sebesaar Rp. 32.749.812.894, skenario 2 dengan jumlah biaya Rp. 33.446.067.094, skenario 3 dengan jumlah biaya Rp. 36.672.434.351 dan skenario 4 dengan jumlah biaya Rp. 32.642.407.457. Skenario 4 menghasilkan biaya pemeliharaan terendah dan skenario 3 menghasilkan biaya pemeliharaan tertinggi. Hasil kesimpulan terakhir pada perhitungan Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk seluruh segmen jalan dengan hasil 99,41%. Kata kunci: International Roughness Index (IRI), Structural Number (SN), pemeliharaan jalan, Standar Pelayanan Minimal (SPM).

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Teknik Sipil - S2
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 27 Jan 2017 08:03
    Last Modified: 27 Jan 2017 08:03
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/31477

    Actions (login required)

    View Item