PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BANGUN RUANG DALAM PELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS IV SDN 03 SIDANEGARA KEDUNGREJA CILACAP TAHUN PELAJARAN 2009/2010

Istanti, (2010) PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BANGUN RUANG DALAM PELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS IV SDN 03 SIDANEGARA KEDUNGREJA CILACAP TAHUN PELAJARAN 2009/2010. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1252Kb)

    Abstract

    Setiap manusia di dunia ini sangat membutuhkan pendidikan. Standarisasi dan profesionalisme pendidikan yang sedang dilakukan dewasa ini menuntut pemahaman berbagai pihak terhadap perubahan yang terjadi dalam berbagai komponen sistem pendidikan. Dalam implementasi kurikulum di sekolah, guru dituntut untuk senantiasa belajar dan mendapatkan informasi baru tentang pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan pada umumnya (Mulyasa, 2009: 13). Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (NSP) terdapat standar kompetensi lulusan yaitu digunakan sebagai penilaian penentuan kelulusan peserta didik, yang meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran, serta mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Salah satu mata pelajaran yang sering membebani siswa dalam menentukan kelulusan adalah Matematika. Matematika adalah salah satu pelajaran yang kita pelajari mulai dari Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi.Tanpa bantuan Matematika kiranya tidakmungkin dicapai kemajuan yang begitu pesatbaik dalam bidang obat-obatan, ilmu pengetahuan alam, tekhnologi, komputer dan sebagainya. Pada kenyataannya, jika diperhatikan hasil belajar Matematika masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan karena banyak mitos menyesatkan mengenai Matematika. Mitos-mitos salah ini memberi andil besar dalam membuat sebagian masyarakat merasa alergi bahkan tidak menyukai Matematika. Akibatnya, mayoritas siswa kita mendapat nilai buruk untuk bidang studi ini, bukan lantaran tidak mampu, melainkan karena sejak awal sudah merasa alergi dan takut sehingga tidak pernah atau malas untuk mempelajari Matematika. Menurut Ade Chandra Prayogi, S.Pd(http://www.friendster.com/adechandraprayogi.02/02/2010) Ada lima beberapa mitos sesat yang sudah mengakar dan menciptakan persepsi negatif terhadap Matematika yaitu: (1) Matematika adalah ilmu yang sangat sukar sehingga hanya sedikit orang atau siswa dengan IQ minimal tertentu yang mampu memahaminya. (2) Matematika adalahilmu hafalan dari sekian banyak rumus. Mitos ini membuat siswa malas mempelajari Matematikadan akhirnya tidak mengerti apa-apa tentang Matematika.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    L Education > LB Theory and practice of education > LB1501 Primary Education
    Q Science > Q Science (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Guru Sekolah Dasar
    Depositing User: Andika Setiawan
    Date Deposited: 13 Jul 2013 17:50
    Last Modified: 13 Jul 2013 17:50
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/3147

    Actions (login required)

    View Item