ANALISIS STYLE, TEKNIK PENERJEMAHAN, DAN KUALITAS TERJEMAHAN DALAM DONGENG DISNEY DWIBAHASA BERJUDUL CINDERELLA: MY BEDTIME STORY DAN TINKER BELL AND THE GREAT FAIRY RESCUE

ROHANA, YOGI (2017) ANALISIS STYLE, TEKNIK PENERJEMAHAN, DAN KUALITAS TERJEMAHAN DALAM DONGENG DISNEY DWIBAHASA BERJUDUL CINDERELLA: MY BEDTIME STORY DAN TINKER BELL AND THE GREAT FAIRY RESCUE. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (691Kb)

    Abstract

    Yogi Rohana. 2016. Analisis Style, Teknik Penerjemahan, dan Kualitas Terjemahan Dalam Dongeng Disney Dwibahasa Berjudul Cinderella: My Bedtime Story Dan Tinker Bell and the Great Fairy Rescue. Tesis. Pembimbing I : Prof. Drs. Riyadi Santosa, M.Ed., Ph.D., Pembimbing II: Prof. Dr. Djatmika, M.A. Minat Utama Linguistik Penerjemhan, Program Studi S2 Linguistik, Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret Surakarta. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan style (gaya bahasa) pada literatur anak, teknik penerjemahan yang digunakan, dan kualitas terjemahan dari teks anak tersebut. Gaya bahasa literatur anak ini dianalisis berdasarkan teori Linguistik Sistemik Fungsional (LSF). Jenis literatur yang digunakan dalam penelitian ini berupa dongeng anak. Teks jenis ini dipilih karena dongeng merupakan teks yang identik dibacakan pada anak-anak atau sering digunakan untuk menstimulasi perkembangan kebahasaan anak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan studi kasus terpancang. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa leksis, kelompok nomina, dan klausa dalam dongeng anak terpilih. Sumber data pada penelitian ini adalah teks dongeng anak dwibahasa berjudul Cinderella: My Bedtime Story dan Tinker Bell and the Great Fairy Rescue. Disamping itu terdapat pula data dari informan yang menilai kualitas terjemahan dongeng tersebut. Kemudian data dianalisis berdasarkan teori etnografi Spradley yang terdiri dari empat tahapan analisis, yaitu tahap analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial, dan analisis tema budaya. Hasil penelitian menunjukkan dongeng Cinderella: My Bedtime Story memiliki jenis leksis kongruen, dan kelompok nomina simpleks yang membentuk 37 klausa yang didominasi oleh klausa simpleks dan bentuk klausa kompleks parataktik: projeksi-lokusi.. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dongeng ini berada pada kontinum gaya bahasa cenderung lisan. Dalam teks terjemahannya, dongeng ini tidak mengalami pergeseran gaya bahasa, tetapi pergeseran banyak terjadi pada struktur kelompok nominanya. Dongeng kedua dengan judul Tinker Bell and the Great Fairy Rescue memiliki leksis kongruen dengan variasi leksis inkongruen dan kelompok nominanya sedikit kompleks sehingga membentuk 44 klausa yang terbagi dalam klausa simpleks dan kompleks dengan perbandingan yang sama. Maka disimpulkan teks ini berada pada kontinum gaya bahasa lisan tulis. Pada beberapa klausa, kelompok nomina, dan leksisnya terdapat beberapa pergeseran dalam terjemahannya. Namun demikian pergeseraan tersebut tidak mempengaruhi letak kontimun gaya bahasanya. Pada aspek kualitasnya, kedua dongeng memiliki tingkat keakuratan dan keterbacaan yang baik. Sedangkan pada aspek keberterimaannya, kedua teks kurang berterima karena pemadanan makna yang kurang tepat dan kesalahan kaidah penulisan. Kata Kunci: gaya bahasa, literatur anak, dongeng, teknik penerjemahan, kualitas terjemahan.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Linguistik - S2
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 25 Jan 2017 09:40
    Last Modified: 25 Jan 2017 09:40
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/31421

    Actions (login required)

    View Item