ANALISIS DURABILITAS CAMPURAN BUBUR ASPAL EMULSI (SLURRY SEAL) MODIFIKASI POLIMER

Singgih, Catur (2017) ANALISIS DURABILITAS CAMPURAN BUBUR ASPAL EMULSI (SLURRY SEAL) MODIFIKASI POLIMER. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (490Kb)

    Abstract

    Abstrak Bubur Aspal Emulsi (slurry seal) merupakan salah satu penerapan preservasi jalan berupa penambahan lapisan tipis dengan tebal maksimum 10 mm yang terdiri dari campuran aspal emulsi tanpa pemanasan dengan kandungan agregat bergradasi halus, mineral filler, air dan bahan tambah lainnya. Preservasi jalan dengan slurry seal hanya berfungi sebagai lapisan permukaan (lapis aus) dari struktur perkerasan yang ada. Permasalahan yang terjadi pada lapis aus adalah terjadinya efek licin permukaan jalan dan proses penuaan pada campuran aspal terutama dipengaruhi oleh faktor lingkungan (udara, temperatur dan sinar matahari). Tahanan gelincir (skid resistance) merupakan salah satu parameter yang penting dalam mengevaluasi kinerja perkerasan secara fungsional. Proses penuaan pada campuran aspal merupakan salah satu penyebab menurunnya kekuatan campuran pada perkerasan lentur, sehingga kerusakan terjadi lebih awal dari umur rencana konstruksi jalan yang diperhitungkan. Penelitian ini dilaksanakan untuk menentukan nilai konsistensi, waktu pemantapan, kuat tarik tidak langsung dan tahanan gelincir campuran slurry seal. Jenis aspal emulsi yang digunakan adalah aspal emulsi CSS-1, CSS-1h+Lateks 1%, CSS-1h+Lateks 2%, CSS-1h+lateks 3%. Simulasi laboratorium mengenai proses penuaan campuran aspal dilakukan melalui pengujian penuaan jangka panjang (Long Term Oven Aging, LTOA). Untuk mengetahui pengaruh dari proses penuaan dilakukan dengan mengukur perubahan nilai kuat tarik tidak langsung dan tahanan gelincir sebelum dan sesudah proses penuaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai konsistensi berada pada rentang 2-3 cm dan waktu pemantapan berada pada rentang 15-720 menit sehingga masih sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan. Berdasarkan pengujian kuat tarik tidak langsung, kadar aspal residu optimum mempunyai kecenderungan meningkat sejalan dengan penambahan polimer lateks. Kadar aspal residu optimum untuk CSS-1 sebesar 7,20%, CSS-1h+Lateks 1% sebesar 7,32%, CSS-1h+Lateks 2% sebesar 7,56%, dan CSS-1h+Lateks 3% sebesar 7,43%. Setelah melalui proses penuan, penggunaan aspal emulsi modifikasi polimer lateks menunjukkan peningkatan durabilitas slurry seal secara signifikan. Penggunaan aspal emulsi jenis CSS-1h+lateks 2% pada campuran slurry seal memberikan kinerja yang paling optimum berdasarkan nilai kuat tarik tidak langsung dan tahanan gelincir. Kata kunci: aspal emulsi modifikasi polimer, kuat tarik tidak langsung, penuaan aspal, slurry seal, tahanan gelincir.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: T Technology > T Technology (General)
    T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Teknik Sipil - S2
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 25 Jan 2017 07:49
    Last Modified: 25 Jan 2017 07:49
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/31363

    Actions (login required)

    View Item