Eksperimen Model Pembelajaran CORE dan Learning Cycle 7E Materi Suhu dan Kalor Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Gemolong

JANAH, NURUL (2017) Eksperimen Model Pembelajaran CORE dan Learning Cycle 7E Materi Suhu dan Kalor Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Gemolong. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (584Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Nurul Janah. K2312056. EKSPERIMEN MODEL PEMBELAJARAN CORE DAN LEARNING CYCLE 7E MATERI SUHU DAN KALOR DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 GEMOLONG. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Oktober 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pengaruh pembelajaran menggunakan model CORE dan learning cycle 7E terhadap kemampuan kognitif, perbedaan pengaruh kemampuan berpikir kritis (tinggi, sedang, dan rendah) terhadap kemampuan kognitif, dan interaksi pengaruh antara penerapan model pembelajaran dengan pengelompokan kemampuan berpikir kritis siswa terhadap kemampuan kognitif siswa kelas X SMA Negeri 1 Gemolong pada materi suhu dan kalor. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPA di SMA Negeri 1 Gemolong Semester II Tahun Ajaran 2015/2016 dengan sampel yang terpilih yaitu kelas X IPA 1 dan X IPA 4 melalui teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x3. Data kemampuan berpikir kritis dan kemampuan kognitif siswa dikumpulkan melalui teknik tes. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan uji anava dua jalan dengan frekuensi sel tak sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan pengaruh siswa yang dibelajarkan dengan model CORE dan learning cycle 7E terhadap kemampuan kognitif (Fa=4,093 > F0,05;1;58=4,010) dimana siswa yang dibelajarkan melalui model CORE memiliki kemampuan kognitif lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan melalui learning cycle 7E; (2) terdapat perbedaan pengaruh kemampuan berpikir kritis tinggi, sedang, dan rendah terhadap kemampuan kognitif (Fb= 13,052 > F0,05;2;58= 3,160), kemampuan berpikir kritis tinggi memberikan pengaruh paling baik terhadap kemampuan kognitif siswa.; dan (3) tidak terdapat interaksi pengaruh penerapan model pembelajaran dengan pengelompokan kemampuan berpikir kritis siswa terhadap kemampuan kognitif siswa (Fab= 0,684< F0,05;2;58 = 3,160). Kata Kunci : CORE, learning cycle 7E, kemampuan berpikir kritis siswa, kemampuan kognitif

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: Q Science > QC Physics
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Fisika
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 24 Jan 2017 14:41
    Last Modified: 24 Jan 2017 14:41
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/31334

    Actions (login required)

    View Item