IDENTITAS MUSLIM INDONESIA DI INTERNET: Analisis Wacana Kritis terhadap Situs Resmi Front Pembela Islam, Hizbut Tahrir Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama

, MEDIYANSYAH (2017) IDENTITAS MUSLIM INDONESIA DI INTERNET: Analisis Wacana Kritis terhadap Situs Resmi Front Pembela Islam, Hizbut Tahrir Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1406Kb)

    Abstract

    Abstrak Di era media baru (Internet), bagaimana umat atau kelompok Islam mempresentasikan dirinya di ruang publik, menarik untuk dikaji. Merlyna Lim (2003) menegaskan, alih-alih sebagai sarana komunikasi yang netral, internet lebih penting untuk disebut sebagai sumber citra, simbol ideologis, dan representasi kekuasaan. Sehingga internet menjadi bagian dari jejaring tempat pertarungan sosial, politik, ekonomi atas representasi dan kekuasaan. Dalam kontestasi ini, setiap pihak akan didorong oleh agenda yang berbeda, namun pertarungan yang paling lazim muncul adalah pertarungan terhadap konstruksi identitas. Saat ini, Islam adalah bagian dari “virtual religion.” Maka, kelompok-kelompok Islam saling menonjolkan identitasnya, dan berjuang untuk mempengaruhi wacana publik. Terjadi kontestasi dan negosiasi antara kelompok relijius dengan berbagai orientasi ideologis dan politiknya. Inilah isu-isu yang dihadapi oleh ekspresi Islam di Internet. Riset ini mengkaji representation identitas Muslim pada situs resmi Internet mereka, yakni empat Organisasi Islam: Front Pembela Islam (FPI), Hizbut Tahrir Indonesia(HTI), Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama (NU). Studi ini menggunakan pendekatan CDA Fairclough, mengkaji data pada tiga level analisis, mikro, makro dan mezo. Hasil studi menunjukkan bahwa Identitas kelompok-kelompok Islam termanifestasi menurut ideologi yang dibangun dalam habitus masing-masing. Identitas Ormas yang diteliti, mengusung wacana penganut Islam murni-otentik, pengusung khilafah, moderat, hingga wacana “pengawal NKRI.” Dari sini setiap kelompok Islam membangun identitas, berkontestasi, mengakumulasi modal sosial, simbolik, cultural, hingga modal finansial. Membangun dan mengembangkan power. Bagi khalayak ramai, edukasi dan literasi penting untuk memiliki pilihan-pilihan rasional dalam membentuk identitas diri, memilih afiliasi-afiliasi, maupun dalam bertindak dalam lingkup komunitas. Kata kunci: Ormas Islam, identitas, internet, wacana

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 11 Jan 2017 14:53
    Last Modified: 11 Jan 2017 14:53
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/31296

    Actions (login required)

    View Item