AKTIVITAS KOMUNIKASI CITY BRANDING KOTA SOLO SEBAGAI KOTA KREATIF (Studi Kasus Aktivitas Komunikasi City Branding Kota Solo sebagai Kota Kreatif oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta dan Solo Creative City Network)

PARAHITA, ALVIRA (2017) AKTIVITAS KOMUNIKASI CITY BRANDING KOTA SOLO SEBAGAI KOTA KREATIF (Studi Kasus Aktivitas Komunikasi City Branding Kota Solo sebagai Kota Kreatif oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta dan Solo Creative City Network). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (257Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Alvira Parahita, D0212011, AKTIVITAS KOMUNIKASI CITY BRANDING KOTA SOLO SEBAGAI KOTA KREATIF (Studi Kasus Aktivitas Komunikasi City Branding Kota Solo sebagai Kota Kreatif oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta dan Solo Creative City Network). Kota yang kreatif adalah kota yang mampu menanamkan budaya dan memberikan inspirasi kreatif di masyarakat, dan usaha tersebut dapat menunjang upaya ekonomi kreatif. Pemerintah kota Surakarta mengembangkan ekonomi kreatif Tahun 2015-2025 menetapkan Visi “Terwujudnya Kota Surakarta sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya dan Ekologi.” Dalam rangka mencapai visi tersebut, pembangunan diarahkan untuk terwujudnya kota dan masyarakat yang kreatif, inovatif, menjunjung moralitas serta budi pekerti dengan tetap mempertahankan warisan budaya dan menjaga kelestarian lingkungan. City Branding merupakan konsep pemasaran kota sebagai sebuah produk. Terkait branding Kota Solo sebagai Kota Kreatif, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta serta Solo Creative City Network (SCCN) memasarkan kota melalui aktivitas komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana aktivitas komunikasi branding berdasar pada teori Mikhail Kavaratzis (dalam Yananda dan Salamah, 2014 : 76). Teori ini menggambarkan bagaimana brand berkomunikasi melalui pilihan dan perlakuan yang sesuai, fungsional maupun bermakna simbolik. Aktivitas komunikasi tersebut, terdiri dari komunikasi primer, komunikasi sekunder, dan komunikasi tersier. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang menggunakan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara sebagai sumber data utama dalam penelitian ini. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu informan yang berasal dari Disbudpar Kota Surakarta dan Solo Creative City Network, dan sebagai pelengkap ada dari Bappeda Kota Surakarta. Teknik purposive sampling digunakan karena menga mbil sampel berdasarkan kriteria yang telah dibuat sehingga sampel yang dipilih mampu memberikan informasi sesuai dengan maksud penelitian. Analisa data yang digunakan yaitu teknik analisa data milik Robert K. Yin yaitu pattern matching (penjodohan pola). Kesimpulan dari hasil penelitian adalah Disbudpar Kota Surakarta dan Solo Creative City Network (SCCN) giat mengadakan event-event kreatif. Meskipun sudah kreatif versi Indonesia, banyak potensi kreatif di kota Solo yang masih perlu diperhatikan dan dikembangkan secara serius. Dibutuhkan komitmen dan sinergi dari semua pihak. Tidak berhenti di nama branding sehingga nantinya kota Solo dapat lolos menjadi kota kreatif versi UNESCO. Kata Kunci: kota kreatif, city branding, studi kasus.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 11 Jan 2017 11:29
    Last Modified: 11 Jan 2017 11:29
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/31263

    Actions (login required)

    View Item