PERAN WISMAPUAN SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI (Studi Deskriptif Kualitatif Peran Wahana Informasi Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan (WISMAPUAN) dalam Upaya Mengurangi tingkat KDRT di Desa Dlingo Boyolali Tahun 2016)

NUGROHO, AGNES CAHYO (2017) PERAN WISMAPUAN SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI (Studi Deskriptif Kualitatif Peran Wahana Informasi Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan (WISMAPUAN) dalam Upaya Mengurangi tingkat KDRT di Desa Dlingo Boyolali Tahun 2016). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (398Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Agnes Cahyo Nugroho. D1212005. PERAN WISMAPUAN SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI (Studi Deskriptif Kualitatif Peran Wahana Informasi Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan (WISMAPUAN) dalam Upaya Mengurangi Tingkat KDRT di Desa Dlingo Boyolali). Skripsi. Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. 2016. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan fakta sosial yang bersifat universal karena dapat terjadi dalam sebuah rumah tangga tanpa pembedaan suku, agama, budaya bahkan umur pelaku maupun korbannya, karena kasus ini dapat terjadi baik dalam rumah tangga keluarga sederhana, miskin dan terbelakang maupun rumah tangga keluarga kaya, terdidik, terkenal, dan terpandang. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dapat diartikan dengan setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga. Berdasarkan data pada Catahu Komnas Perempuan tahun 2016, kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia masih merupakan fenomena gunung es yang mencapai angka 321.752 kasus. Pada kenyataannya, fenomena tersebut bertentangan dengan yang terjadi di Kabupaten Boyolali. Angka kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Boyolali cenderung menurun. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposif. Teknik ini memilih informan dengan berbagai penilaian subjektif yang dirancang peneliti, oleh karena itu dipilih organisasi Wismapuan sebagai informan karena dianggap benar-benar memiliki keterlibatan dan memahami fenomena penelitian secara nyata. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi, studi pustaka dan internet searching. Untuk mengukur validitas data digunakan triangulasi sumber. Dan teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Peran komunikasi antar pribadi dalam program penjangkauan, pendampingan dan pengawasan keluarga sasaran terdiri dari dua model yaitu, Keterlibatan Kader dan Penanaman Kepercayaan. (2) Peran komunikasi kelompok dalam program penjangkauan, pendampingan dan pengawasan keluarga sasaran terdiri dari dua model yaitu, Pertemuan Rutin dan Evaluasi. (3) Tolok ukur keberhasilan peran Wismapuan sebagai sarana komunikasi dalam upaya mengurangi tingkat KDRT di desa Dlingo Boyolali terdiri dari tiga kategori yaitu, Peningkatan pemahaman anggota keluarga sasaran tentang KDRT dan fungsi keluarga serta terjadinya perubahan perilaku, Pertambahan jumlah keluarga sasaran yang dijangkau, didampingi dan diawasi, dan Pandangan kelompok dampingan terhadap peran Wismapuan sebagai sarana komunikasi dalam upaya mengurangi tingkat KDRT di desa Dlingo Boyolali. Kata Kunci: Peran Komunikasi, Sarana Komunikasi, KDRT

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 11 Jan 2017 10:55
    Last Modified: 11 Jan 2017 10:55
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/31258

    Actions (login required)

    View Item