Hubungan Antara Fistula Malformasi Anorektal Letak Tinggi Deangan Terjadinya Konstipasi Pasca Posterior Sagittal Anorektoplasti (PSARP)

, Sucipto (2017) Hubungan Antara Fistula Malformasi Anorektal Letak Tinggi Deangan Terjadinya Konstipasi Pasca Posterior Sagittal Anorektoplasti (PSARP). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (86Kb)

    Abstract

    HUBUNGAN ANTARA FISTULA MALFORMASI ANOREKTAL LETAK TINGGI DENGAN TERJADINYA KONSTIPASI PASCA POSTERIOR SAGITTAL ANOREKTOPLASTI (PSARP) Sucipto1,*, Suwardi2,Untung Alifianto 3 1Residen Bedah Umum Fakultas Kedokteran UNS 2Sub Bagian Bedah Anak RS Dr Moewardi 3Sub Bagian Bedah Saraf RS Dr Moewardi *E-mail: nangcipto@yahoo.co.id Abstrak Latar Belakang: Konstipasi merupakan sekuele pasca bedah paling sering terjadi pada penderita malformasi anorektal. Tingginya angka konstipasi pasca bedah pada pasien malformasi anorektal letak tinggi mendorong peneliti untuk melakukan penelitian mengenai hubungan fistula dengan terjadinya konstipasi pasca bedah pada penderita malformasi anorektal letak tinggi di RSUD Dr Moewardi. Tujuan : Mengetahui hubungan antara fistula dengan terjadinya konstipasi pasca bedah pada penderita malformasi anorektal letak tinggi. Metode : Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan case control. Pasien dengan Malformasi anorektal letak tinggi pasca bedah dikelompokan menjadi kelompok dengan konstipasi sebanyak 10 subyek dan tidak konstipasi sebanyak 10 subyek, secara retrospektif dibedakan pasien dengan atau tanpa fistula. Kemudian diuji statistik menggunakan Uji Chi-Square (α = 0,05). Hasil : Sebagian besar pasien penderita atresia ani letak tinggi dengan jenis kelamin laki-laki (65,0%), sedangkan sisanya dengan jenis kelamin perempuan (35,0%). Dimana terdapat 10 pasein dengan fistula dan 10 pasien tanpa fistula. Gambaran kejadian konstipasi sebagian besar subyek tidak mengalami (75,0%), sedangkan sisanya mengalami konstipasi (25,0%). subyek tanpa fistula yang mengalami konstipasi ada 2 responden (20,0%), sedangkan subyek dengan fistula yang mengalami konstipasi ada 3 responden (30,0%), secara statistik tidak terdapat hubungan yang signifikan antara fistula dengan terjadinya konstipasi pada penderita pasca bedah malformasi anorektal letak tinggi dengan nilai p>0,05. Simpulan : Tidak ada hubungan antara fistula letak tinggi dengan terjadinya konstipasi pasca bedah pada penderita malformasi anorektal. Kata Kunci : Fistula, Konstipasi, Malformasi Anorektal letak tinggi.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Magister Kedokteran Keluarga
    Depositing User: Denty Marga
    Date Deposited: 09 Jan 2017 17:17
    Last Modified: 09 Jan 2017 17:17
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/31252

    Actions (login required)

    View Item