HUBUNGAN PEMBERIAN (Monascus purpureus PADA Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran NUR FARHANA BINTI NIK ABDULLAH UNIVERSITAS SEBELAS MARET i HUBUNGAN PEMBERIANBERAS ANGKAK MERAH Monascus purpureus) TERHADAP HITUNG LIMFOSIT PADAMENCIT Balb/C MODEL SEPSIS

ABDULLAH, NUR FARHANA BINTI NIK (2010) HUBUNGAN PEMBERIAN (Monascus purpureus PADA Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran NUR FARHANA BINTI NIK ABDULLAH UNIVERSITAS SEBELAS MARET i HUBUNGAN PEMBERIANBERAS ANGKAK MERAH Monascus purpureus) TERHADAP HITUNG LIMFOSIT PADAMENCIT Balb/C MODEL SEPSIS. Other thesis, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

[img] PDF - Published Version
Download (631Kb)

    Abstract

    NUR FARHANA BINTI NIK ABDULLAH, 2010.Hubungan Pemberian Beras Angkak Merah (Monascus purpurues) terhadap Hitung Limfosit pada Mencit Balb/C Model Sepsis. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Tujuan. Sepsis merupakan proses infeksi dan inflamasi yang ditandai dengan menurunnya kadar limfosit dalam sirkulasi sistemik sebagai respon terhadap faktor-faktor proinflamasi. Beras angkak merah mengandung monascidin Ayang berperan sebagai antibakteri dan statin yang berperan sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian beras angkak merah terhadap hitung limfosit pada mencit model sepsis. Metode. Jenis penelitian ini adalah experimental dengan metode post-test only control group design. Sampel yang digunakan adalah 27 ekor mencit Balb/C dengan berat badan ±25-35 gram dan berumur 4-6 minggu. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling, dengan jumlah sampel 27 ekor dibagi menjadi 3 kelompok masing-masing terdiri dari 9 ekor. Kelompok K sebagai kelompok kontrol, kelompok K1 sebagai kelompok model sepsis diinjeksi cecal inoculum 0,15ml/mencit/hari, dan kelompok K2 sebagai kelompok model sepsis yang diberi 4,68 mg/mencit/hari angkak dalam 0,2ml aquades peroral. Pada hari keenam semua mencit dikorbankan darahnya kemudian dibuat preparat apusat darah tepi dengan pengecatan Giemsa untuk dilakukan hitung limfosit. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan uji Kruskal Walliskarena syarat uji Anovatidak terpenuhi. Kemudian dilanjutkan uji Mann Whitney Post Hoc Test. Perbedaan signifikan bila p<0,05. Hasil.Penelitian memperlihatkan nilai rata-rata prosentase jumlah sel limfosit kelompok K 38,5%, K1 18,0%, dan K2 66,5%. Terdapat perbedaan yang signifikan pada seluruh kelompok perlakuan dan antar kelompok perlakuan. Simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian beras angkak merah dosis 4,68 mg/mencit dapat meningkatkan hitung limfosit pada mencit Balb/C model sepsis. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pemberian beras angkak merah dengan hitung limfosit pada mencit model sepsis. Kata kunci: Beras angkak merah, sepsis, limfosit

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: Users 849 not found.
    Date Deposited: 13 Jul 2013 17:23
    Last Modified: 13 Jul 2013 17:23
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/3121

    Actions (login required)

    View Item