Tanggungjawab Notaris dalam Pendaftaran dan Penghapusan Fidusia Secara On-line

Surya, Beni (2017) Tanggungjawab Notaris dalam Pendaftaran dan Penghapusan Fidusia Secara On-line. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (2452Kb)

    Abstract

    Beni Surya, S351408018, Tanggung Jawab Notaris dalam Pendaftaran dan Penghapusan Fidusia secara On-line, Program Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret 2016. Tesis ini bertujuan untuk mengetahui Tanggung Jawab Notaris dalam Pendaftaran dan Penghapusan Fidusia secara On-line. Untuk mencapai tujuan dilakukan penelitian dengan Hukum normatif. Penelitian hukum seperti ini, tidak mengenal penelitian lapangan (field research) karna yang diteliti adalah bahan-bahan hukum. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa Tanggung jawab Notaris terhadap pendaftaran fidusia dan penghapusan fidusia secara on-line tidak diatur secara tegas dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris serta dalam Kode Etik Notaris, maupun dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 tahun 2015 tentang Tata Cara Pendaftaran Jaminan Fidusia dan Biaya Pembuatan Akta Jaminan Fidusia. Namun dalam praktiknya pendaftaran fidusia on-line melalui website Direktorat Jendral Administrasi Hukum Umum memberikan akses khusus bagi Notaris dalam pelaksanaan pendaftaran dan penghapusan jaminan fidusia, sehingga dapat disimpulkan Notaris pelaksana pendaftaran dan penghapusan jaminan fidusia hanya bertindak selaku penerima kuasa, sehingga Notaris dalam melaksanakan jabatannnya paling tidak mentaati 13 (tiga belas) asas, yaitu kepastian hukum, tertib penyelenggaraan negara, efisiensi, efektivitas, akuntabilitas, responsif, kesepakatan, kesetaraan, dan asas visi strategis. Adapun akibat hukum jika pendaftaran penghapusan fidusia tidak dilakukan oleh Notaris penerima kuasa antara lain terhadap pemberi fidusia adalah tidak dilakukannya penghapusan terhadap jaminan fidusia mengakibatkan penerima fidusia tidak dapat melakukan jaminan fidusia terhadap obyek yang sama meskipun pinjaman yang dijamin telah lunas, sehingga pemberi fidusia tidak bisa memperoleh hak-haknya kembali, sedangkan terhadap penerima fidusia adalah penerima fidusia tidak dapat terpenuhi hak-haknya apabila Notaris dalam jangka waktu lebih dari 30 (tiga puluh) hari tidak mendaftarkan jaminan fidusia yang antara lain adalah hak untuk menjual barang jaminan, adapun akibat hukum bagi Notaris penerima kuasa pendaftaran dan penghapusan fidusia adalah dapat digugat secara perdata atas kerugian-kerugian yang diderita pemberi dan penerima fidusia. Kata Kunci : Tanggung Jawab Notaris, Pendaftaran, Penghapusan, Fidusia.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Magister Kenotariatan
    Depositing User: Denty Marga
    Date Deposited: 09 Jan 2017 12:42
    Last Modified: 09 Jan 2017 12:42
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/31173

    Actions (login required)

    View Item