Pengaruh Terapi N-Asetil Sistein Terhadap Ekspresi Interleukin 17 dan Fibrosis Interstisial pada Mencit Nefritis Lupus

ATMOKO, WARIGIT DRI (2017) Pengaruh Terapi N-Asetil Sistein Terhadap Ekspresi Interleukin 17 dan Fibrosis Interstisial pada Mencit Nefritis Lupus. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (770Kb)

    Abstract

    Warigit Dri Atmoko. 2016. Pengaruh Terapi N-Asetilsistein Terhadap Ekspresi Interleukin-17 dan Fibrosis Interstisial Pada Mencit Nefritis Lupus. TESIS. Pembimbing I: Prof.Dr. dr. HM Bambang Purwanto, Sp.PD-KGH, FINASIM, Pembimbing II: Dr. dr. Sugiarto, Sp.PD-KEMD, FINASIM. Program Studi Kedokteran Keluarga, Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret Surakarta. ABSTRAK Latar Belakang Lupus nefritis (LN) terkait dengan penebalan membran basal glomerulus. Pengendapan kompleks imun memicu kaskade respon inflamasi disertai aktivasi reactive oxygen species (ROS), akhirnya terjadi fibrosis yang mendorong terjadinya kerusakan ginjal. Interleukin-17adalah sitokin pro-inflamasi kuat yang dihasilkan oleh limfosit T teraktivasi. IL-17 dikaitkan dengan kerusakan organ imun dalam beberapa penyakit autoimun, kadarnya meningkat dan berkorelasi dengan aktivitas SLE.N-Asetil Sistein (NAS) merupakan suatu senyawa dengan efek antioksidan dan antiinflamasi, sehingga mampu mencegah terjadinya peningkatan ekspresi IL-17 dan fibrosis interstisial. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh NAS terhadap ekspresi IL-17 dan fibrosis interstisial ginjal pada mencit lupus nefritis. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris, dengan sampel 24 ekor mencit Balb/C betina yang dibagi menjadi kelompok kontrol, LN, dan LN+NAS. Untuk membuat model LN, hewan coba diberikan injeksi 0,5 ml pristan intraperitoneal dosis tunggal. NAS diberikan secara peroral dengan dosis 4,7mg/hari (setara dengan dosis manusia 1.800 mg) selamadelapan minggu. Mencit kontrol tidak diinokulasi selama penelitian. Ekspresi IL-17 dihitung dari 100 sel netrofil yang immunoreaktif dengan teknik imunohistokimia dan fibrosis interstisial dengan teknik histopatologi. Analisis data menggunakan analysis of variance(Anova) dan untuk menentukan perbedaan kemaknaan digunakan p<0,05. Hasil Penelitian Pemberian N-Asetilsistein menurunkan ekspresi IL-17(23,8±14,1 vs 10,6±6,8 per 100 sel netrofil imunoreaktif; p =0,042) dan menurunkan fibrosis interstisial(22,3±5,7 vs 15,5±5,4; p =0,030) dibandingkan kelompok LN. Kesimpulan Pemberian N-Asetilsistein secara bermakna menurunkan ekspresi IL-17dan fibrosis interstisial pada mencit LN. Kata kunci: fibrosis, IL-17, lupus nefritis, pristan

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    R Medicine > RA Public aspects of medicine
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister > Magister Kedokteran Keluarga
    Depositing User: Agista Zulfa Dini
    Date Deposited: 01 Jan 2017 20:05
    Last Modified: 01 Jan 2017 20:05
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/31121

    Actions (login required)

    View Item