Proses Berpikir Siswa dalam Memahami Konsep Persamaan dan pertidaksamaan Linear Ditinjau dari Kecemasan Matematika Siswa SMKN 2 Tanjung Raya

WAHYUNI, BIBIT (2016) Proses Berpikir Siswa dalam Memahami Konsep Persamaan dan pertidaksamaan Linear Ditinjau dari Kecemasan Matematika Siswa SMKN 2 Tanjung Raya. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1478Kb)
    [img] PDF - Published Version
    Download (138Kb)

      Abstract

      Bibit Wahyuni. 2016. Proses Berpikir Siswa dalam Memahami Konsep Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Ditinjau dari Kecemasan Matematika Siswa SMKN 2 Tanjung Raya. Tesis. Pembimbing: Dr. Mardiyana, M.Si. Kopembimbing: Dr. Budi Usodo, M.Pd. Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) proses berpikir siswa yang memiliki kecemasan matematika tinggi dalam memahami konsep persamaan dan pertidaksamaan linear, 2) proses berpikir siswa yang memiliki kecemasan matematika sedang dalam memahami konsep persamaan dan pertidaksamaan linear, dan 3) proses berpikir siswa yang memiliki kecemasan matematika rendah dalam memahami konsep persamaan dan pertidaksamaan linear. Penyelesaian pemahaman konsep ini menggunakan langkah menjelaskan konsep, menggunakan konsep, dan mengembangkan konsep. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan strategi penelitian studi kasus. Pengambilan sampel dilakukan dengan gabungan antara stratified sampling dan purposive sampling. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 3 orang siswa kelas XI Farmasi SMKN 2 Tanjung Raya yang terdiri dari 1 orang siswa yang memiliki kecemasan matematika rendah, 1 orang siswa yang memiliki kecemasan matematika sedang, dan 1 orang siswa yang memiliki kecemasan matematika tinggi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah penggolongan tingkat kecemasan, lembar tugas pemahan konsep, dan pedoman wawancara. Validasi data yang digunakan adalah triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) proses berpikir siswa dengan kecemasan matematika rendah, yaitu: (a) mampu menjelaskan konsep tetapi kurang tepat dalam memberikan alasan, (b) mampu menggunakan konsep dan (c) mampu mengembangkan konsep, 2) proses berpikir siswa dengan kecemasan matematika sedang yaitu: (a) mampu menjelaskan konsep dengan perlahan, kurang tepat dalam memberikan alasan, (b) mampu menggunakan konsep dalam menyelesaikan permasalahan dengan mencoba prosedur lain sebelumnya, kesulitan dalam menyajikan konsep dalam bentuk yang lain, dan (c) mampu mengembangkan konsep dengan memilih dan menggunakan prosedur yang tepat, dan 3) proses berpikir siswa dengan kecemasan matematika tinggi yaitu: (a) mampu menjelaskan konsep dengan menggunakan bahasa yang jelas, kesulitan dalam memberikan contoh dan alasan, (b) kesulitan menggunakan konsep dan melakukan operasi dalam penyelesaian, dan (c) tidak mampu mengembangkan konsep Kata kunci: proses berpikir, pemahaman konsep, kecemasan matematika

      Item Type: Thesis (Masters)
      Subjects: Q Science > QA Mathematics
      Divisions: Pasca Sarjana
      Pasca Sarjana > Magister
      Pasca Sarjana > Magister > Pendidikan Matematika - S2
      Depositing User: faizah sarah yasarah
      Date Deposited: 31 Dec 2016 06:25
      Last Modified: 31 Dec 2016 06:25
      URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/31093

      Actions (login required)

      View Item