PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN DAN PENINGKATAN WISATA BUDAYA BERWAWASAN LINGKUNGAN (Studi Kasus : Kawasan Pengging Boyolali Jawa Tengah)

Sukatiman, (2009) PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN DAN PENINGKATAN WISATA BUDAYA BERWAWASAN LINGKUNGAN (Studi Kasus : Kawasan Pengging Boyolali Jawa Tengah). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (789Kb)

    Abstract

    Pengembangan kawasan wisata di tempat yang mengandung nilai sejarah seringkali menimbulkan masalah apabila pembangunannya kurang dijiwai untuk pelestarian kawasan tersebut. Tumbuhnya kegiatan kepariwisataan yang berupa kegiatan ekonomi, perdagangan dan lain sebagainya seringkali akan menimbulkan perubahan lingkungan dalam berbagai skala dan akan mengakibatkan keseimbangan lingkungan terganggu . Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto menyatakan bahwa Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia saat ini kurang mengindahkan prinsip-prinsip konservasi, akibatnya banyak permasalahan yang dihadapi Indonesia dalam kaitan dengan SDA tersebut (Solo Espos, Senin, 27 Februari 2005) . Kewajiban pelestarian cagar budaya tercantum dalam Undang Undang No.5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya. Undang - Undang tersebut mengatur tentang ketentuan pengelolaan dan pembangunan pada situs-situs yang dikategorikan sebagai kawasan cagar budaya. Berkaitan dengan pelestarian cagar budaya tersebut, di daerah Boyolali terdapat suatu kawasan yang telah menjadi ikon pariwisata budaya yaitu kawasan Pengging. Kawasan ini terletak di kecamatan Banyudono sebelah selatan kota Boyolali dan berbatasan langsung dengan kota Surakarta, berada pada jalur transportasi Solo-Semarang. Kawasan Pengging telah dikenal sejak lama sebagai tempat ziarah ke makam para leluhur raja-raja jawa serta tempat tujuan lelaku dalam bentuk berendam di umbul (mata air) yang terdapat di kawasan tersebut, antara lain umbul Sungsang, umbul Ngabean, umbul Gemuling, umbul Temanten dan lain sebagainya. Adanya kegiatan kepariwisataan yang semakin lama bertambah ramai maka pemerintah kabupaten Boyolali memprogramkan kawasan ini sebagai salah satu daerah pengembangan kepariwisataan. Langkah nyata yang telah dilakukan oleh pemerintah kabupaten Boyolali dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat adalah adanya pelaksanaan pembangunan konservasi dan preservasi kawasan Pengging. Pembangunan ini bertujuan untuk sebisa mungkin mengembalikan fungsi dan peran situs serta tempat tempat bersejarah ke dalam bentuk asalnya.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    Q Science > Q Science (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Ilmu Lingkungan
    Depositing User: Andika Setiawan
    Date Deposited: 18 Jul 2013 19:04
    Last Modified: 18 Jul 2013 19:04
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/3109

    Actions (login required)

    View Item