KESENJANGAN MAKNA PAREDEN (GUNUNGAN) (Studi Kasus Kesenjangan Makna Pareden (Gunungan) sebagai Tradisi dalam Upacara Garebeg di antara Kraton Yogyakarta dan Generasi Muda Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta)

Priastuty, Chairunnisa Widya (2016) KESENJANGAN MAKNA PAREDEN (GUNUNGAN) (Studi Kasus Kesenjangan Makna Pareden (Gunungan) sebagai Tradisi dalam Upacara Garebeg di antara Kraton Yogyakarta dan Generasi Muda Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1126Kb)

    Abstract

    Chairunnisa Widya Priastuty, D0212029, Kesenjangan Makna Pareden (Gunungan) (Studi Kasus Kesenjangan Makna Pareden (Gunungan) sebagai Tradisi dalam Upacara Garebeg di antara Kraton Yogyakarta dan Generasi Muda Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta). Pareden atau gunungan sebagai salah satu tradisi milik Kraton Yogyakarta yang selama ini familiar bagi masyarakat terutama masyarakat Yogyakarta sejatinya tak hanya soal perayaan semata namun terdapat makna di dalamnya yang jauh lebih penting dibanding perayaan itu sendiri. Kenyataan yang ditemukan di lapangan ternyata banyak diantara generasi muda yang memiliki tanggung jawab dalam menjaga dan melestarikan budaya justru tak mengetahui dan paham mengenai budaya mereka sendiri, khususnya mengenai gunungan dan pemaknaannya seperti yang terjadi di Kelurahan Kadipaten. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui sejauh mana kesenjangan yang terjadi di antara Kraton Yogyakarta dan generasi muda yang tinggal di kawasan Kelurahan Kadipaten terkait dengan gunungan khususnya pada pemaknaannya. Selain itu penelitian ini juga dilakukan sekaligus untuk mencari penyebab dari efek berupa kesenjangan yang terjadi dilihat dari aspek-aspek komunikasi yang berada di dalam proses komunikasi sesuai dengan model komunikasi linear milik Harold D. Lasswell. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang menggunakan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam (indepth interview) sebagai sumber data utama dalam penelitian ini. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu informan yang berasal dari Kraton Yogyakarta dan generasi muda yang tinggal di kawasan Kelurahan Kadipaten. Teknik purposive sampling digunakan karena teknik ini mengambil sampel berdasarkan kriteria yang telah dibuat sehingga sampel yang dipilih mampu memberikan informasi terbaik sesuai dengan maksud penelitian. Analisa data yang digunakan yaitu teknik analisa data milik Robert K. Yin yaitu pattern matching (penjodohan pola). Setelah dilakukan analisis data, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan makna sejauh ketidaktahuan generasi muda yang tinggal di kawasan Kelurahan Kadipaten akan makna gunungan. Selain itu, ditemukan pula bahwa kesenjangan juga terjadi pada informasi umum mengenai gunungan sejauh ketidaktahuan akan sejarah, tujuan, waktu pembuatan, lokasi pembuatan, siapa yang membuat, untuk siapa, jumlah, alasan terdapat berbagai jenis gunungan, dan perbedaan tiap jenis gunungan. Kemudian ditemukan penyebab dari efek berupa kesenjangan yang terjadi ternyata disebabkan oleh proses komunikasi yang tidak efektif. Kata Kunci: pareden, gunungan, kesenjangan, makna, studi kasus

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
    H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
    Depositing User: Agista Zulfa Dini
    Date Deposited: 14 Dec 2016 06:30
    Last Modified: 14 Dec 2016 06:30
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/31026

    Actions (login required)

    View Item