UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR TOLAK PELURU GAYA MENYAMPING MELALUI PENGGUNAAN ALAT BANTU PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS X-4 SMA NEGERI KEBAKKRAMAT TAHUN PELAJARAN 2015/2016

SENOAJI, ADNAN (2016) UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR TOLAK PELURU GAYA MENYAMPING MELALUI PENGGUNAAN ALAT BANTU PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS X-4 SMA NEGERI KEBAKKRAMAT TAHUN PELAJARAN 2015/2016. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (304Kb)

    Abstract

    JURNAL SKRIPSI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BERMAIN BOLA BASKET PADA SISWA KELAS XI AP 2 SMK NEGERI 3 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016 SKRIPSI Oleh: DHIMAS RAGIL KURIAWAN K4612042 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA Mei 2016 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENTS(TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BERMAIN BOLA BASKET PADA SISWA KELAS XI AP 2 SMK NEGERI 3 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016 DHIMAS RAGIL KURNIAWAN K4612042 Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi JPOK FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta Email: dhimasragilkurniawan69@gmail.com ABSTRAK Dhimas Ragil Kurniawan. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BERMAIN BOLA BASKET PADA SISWA KELAS XI AP 2 SMK NEGERI 3 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Mei 2016. Tujuan Penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar bermain bola basket dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada siswa kelas XI AP 2 SMK Negeri 3 Surakarta tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, terdiri dari empat tahap dalam setiap siklusnya yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek dalam Penelitain Tindakan Kelas ini adalah siswa kelas XIAP 2 SMK Negeri 3 Surakarta yang berjumlah 32 siswa terdiri dari 2 siswa putra dan 30 siswa putri. Sumber data dalam Penelitian ini berasal dari siswa, peneliti dan guru yang bertindak sebagai kolaborator. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi. Validitas data menggunkan teknik triangulasi data. Penelitian tindakan kelas ini prosentase untuk melihat kencenderungan yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran. Hasil analisis menunjukan bahwa melalui model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan hasil belajar bermain bola basket dari pra siklus ke siklus I dan siklus I ke siklus II. Dari hasil analisis yang diperoleh peningkatan hasil belajar bermain bola basket pada siklus I yang dinyatakan tuntas mencapai 56,25% atau sebanyak 18 siswa dari 32 siswa. Peningkatan hasil belajar bermain bola basket juga terjadi pada siklus II dengan prosentase sebesar 87,50 % atau sebanyak 28 siswa yang tergolong kriteria Tuntas dengan KKM 2,67 dan 4 siswa lainnya tergolong dalam kategori belum tuntas. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa : penerapan modelkooperatif tipe TGT dapat meningkatkan hasil belajar bermain bola basket pada siswa kelas XIAP 2 SMK Negeri 3 Surakarta Tahun Ajaran 2015/2016. Kata kunci : Hasil Belajar, Bermain Bola Basket, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT) � ABSTRACT Dhimas Ragil Kurniawan. THE TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) TYPE OF COOPERATIVE LEARNING MODEL APPLICATION TO IMPROVE BASKETBALL GAME LEARNING OUTCOME IN THE CLASS XIAP 2 SMK NEGERI 3 SURAKARTA IN THE SCHOOL YEAR OF 2015/2016. Thesis, Teacher Training and Education Faculty of Surakarta SebelasMaret University.May2016. The objective of research was to improve the basketball game learning outcome through TGT type of cooperative learning model in the XI class AP 2 Negeri 3 Surakarta in the school year of 2015/2016. This study was a Classroom Action Research (CAR). This study was conducted in two cycles, each of which consisted of four stages: planning, acting, observing, and reflecting. The subject of Classroom Action Research was XI AP 2 Negeri 3 surakarta consisting of 32 students: 2 boys and 30 girls. The data source of research derived from students, author, and teacher as the collaborator. Techniques of collecting data used were test and observation. The data validation used was data triangulation technique. This classroom action research employed a descriptive qualitative data analysis technique with percentage technique to see the tendency occurring in learning activity. The result of research showed that the TGT type of cooperative learning model application could improve the learning outcome of basketball game from pre cycle to cycle I and from cycle I to cycle II. From the result of analysis, it could found the improvement of basketball game learning outcome in which 56,25% or 18 out of 32 students were stated as game successfully in cycle I. The improvement of basketball gamelearning outcome also occurred in cycle II with 87.50% or 28 students belonging to game criterion with KKM (Minimum Passing Criterion) of 2,67 and other 4 students belonging to the not passing category. Considering the result of research, it could be concluded that: the TGT type of cooperative learning model application could improve the learning outcome of basketball game in the XI class AP 2 SMKNegeri3 Surakarta in the school year of 2015/2016. Keywords: learning outcome, Basketball game , TGT type of cooperative learning model. � PENDAHULUAN Pendidikan jasmani dan kesehatan yang diajarkan di sekolah memiliki peranan penting yaitu memberikan kesempatan peserta didik untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan yang terpilih dilakukan secara sistematis. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina pertumbuhan fisik dan perkembangan psikis yang lebih baik, sekaligus membentuk pola hidup sehat dan bugar sepanjang hayat. pendidikan jasmani dan kesehatan diajarkan dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan di Perguruan Tinggi. Biasanya dalam pembelajaran pendidikan jasmani selalu menekankan pada pencapaian tujuan prestasi tanpa adanya model pembelajaran yang efektif, baik dari modifikasi peraturan, ukuran lapangan, alat-alat yang digunakan, maupun jumlah pemain saat melakukan permainan. Sehingga pembelajaran seperti ini membuat siswa kurang antusias, merasa cepat bosan dalam melakukan kegiatan pembelajaran pendidikan jasmani. Hal ini ditunjukan dengan ketidak sungguhan siswa dalam melakukan aktivitas penjas, misalnya bergerak semaunya saat stretching dan pemanasan, berbicara saat guru menjelaskan materi, dan bercanda dengan teman sebelahnya saat melakukan gerakan materi inti penjasorkes. Hal ini adalah wujud dari pelampiasan rasa jenuh siswa yang tidak mampu dan sering gagal untuk melakukan tugas yang diberikan dalam bentuk yang sesungguhnya dan membuat siswa semakin malas untuk melakukan apa yang diajarkan guru. Untuk itu dalam pembelajaran perlu adanya pendekatan model pembelajaran yang bisa membuat siswa merasa nyaman dan senang saat kegiatan pembelajaran dan tidak membosankan bagi siswa. Guru harus memiliki kreatifitas untuk memodifikasi permainan dan model mengajar yang hendak diajarkan sesuai dengan karakter dan tingkat perkembangan siswa. Karakter yang dimaksud disini adalah alasan mengapa siswa malas untuk mengikuti pembelajaran, tentu setiap siswa memiliki alasan yang berbeda mengapa siswa selalu tidak serius dalam melakukan pembelajaran penjas. Kebanyakan pembelajaran penjasorkes yang kurang menyenangkan karena hanya materi “itu-itu” saja dan tanpa adanya sesuatu model pembelajaran yang merangsang siswa untuk termotivasi terhadap materi pembelajaran penjas. maka dari itu guru harus lebih kreatif menciptakan model pembelajaran tanpa meninggalkan tujuan awal dari pembelajaran tersebut, sehingga dengan menggunakan pendekatan model pembelajaran yang tepat dan menyenangkan siswa dapat bergerak secara aktif dan tercipta pembelajaran efektif kepada setiap siswa. Pembelajaran pendidikan jasmani siswa diajarkan beberapa macam cabang olahraga yang telah diatur dalam kurikulum pendidikan jasmani. Salah satu cabang olahraga yang terangkum dalam kurikulum adalah bola basket. Olahraga bola besar adalah salah satu materi wajib yang diajarkan dalam praktik pembelajaran pendidikan jasmani, adapun materi yang diajarkan adalah teknik dasar bermain bola basket.di dalam teknik dasar bola basket terbagi dalam berberapa macam yaitu dribble, passing, catching, dan shooting. Seringkali dalam pembelajaran bermain bola basket siswa salah dan kesulitan dalam mempraktikan teknik dasar bola basket. Dikarenakan siswa yang kurang perhatian, melamun, tidak antusias saat guru menjelaskan dan memberikan contoh gerakan teknik dasar bola basket. Hal ini dapat di buktikan dengan adanya siswa yang melakukan dribble bola dengan berjalan sambil berbicara dengan teman, serta mengeluh belum paham dengan gerakan passing atau langkah-langkah melakukuan shootingdisaat evaluasi akir pembelajaran. Berdasarkan masalah dan pengertian diatas penelitian ini akan meneliti hasil belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran teknik dasar bermain bola basket. Berdasarkan survey dan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di SMK Negeri 3 Surakarta kelas XI Administrasi Perkantoran 2 Tahun Pelajaran 2015/2016, ternyata dari pengamatan hasil belajar siswa dalam melakukan teknik dasar bermain bola basket masih belum optimal sesuai dengan standar pencapaian nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah di tentukan yaitu 2,67. Dari jumlah siswa keseluruhan yaitu 32 siswa, hanya 8 anak yang bisa mempraktikan gerakan dribble, passing, catching, dan shooting denganserius, kualitas gerak benar, dan memenuhi KKM. tetapi ternyata masih 24 anak melakukan teknik dasar bermain bola basket dengan tidak serius, kebenaran gerak buruk, dan tidak memenuhi KKM. menurut survey Praktik Pengalaman Lapangan kenyataan yang ada di lapangan dari 24siswa tidak mencapai KKM tersebut diantaranya terdapat 10 siswa yang mengeluh bosan malas dengan materi pembelajaran shooting dan memilih bermain ke alun-alun Surakarta, 8siswa yang bergerak semaunya bercanda dengan teman sebelahnya saat melakukan gerakan dribble, 6 siswa yang berbicara dan bercanda dengan temannya pada saat guru menjelaskan materi teknik passing dan catching. melihat permasalahan tersebut guru dalam hal ini harus memiliki kemampuan untuk melakukan pendekatan model pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Guru selalu menggunakan metode ceramah atau sering disebut metode konvensional. Kenyataan di lapangan guru hanya berdiri di depansiswa tanpa memberi contoh, memberi intruksi alakadarnya dan siswa melakukan langkah-langkah teknik dasar bermain bola basket semaunya. Tanpa adanya variasi dalam metode pembelajaran, siswa menjadi bosan dengan materi penjasorkes yangsekedar berlari memantulkan bola dan memasukan ke dalam ring. Siswa malas, bosan, dan tidak tertarik dengan materi pembelajaran bola basket, siswa selalu mengeluh ingin mengganti materi basket dengan bermain ke alun-alun Surakarta saat pembelajaran akan berlangsung. Karena siswa lebih suka bermain dari pada materi penjasorkes.sehingga dari survey dan pengamatan pada saat Praktik Pengalaman Lapangan dapat diketahui minat belajar siswa kelas XI Administrasi Perkantoran 2 di SMK Negeri 3 Surakarta terhadap materi teknik dasar bermain bola basket masih rendah. Siswa lebih memilih bermain di alun-alun Surakarta dari pada mengikuti materi pembelajaran bola basket, padahal materi tersebut termasuk dalam kurikulum pembelajaran yang harus dicapai oleh setiap siswa. mengatasi masalah tersebut, diperlukan kemampuan guru dengan metode pembelajaran yang inovatif yang dapat meningkatkan motivasi, minat, dan hasil belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani yaitu teknik dasar bermain bola basket. Banyak model pembelajaran kooperatif yang dapat diterapkan sebagai solusi dari permasalahan yang dihadapi siswa dalam pembelajaran penjas.salah satu bentuk model pembelajaran kooperatif adalah tipe Teams Games Tournaments yang di dalam metode pembelajaran ini siswa dibentuk dalam suatu kelompok-kelompok kecil, materi penjas disusun dalam bentuk gamesataupun kuis yang berkaitan dengan materi pembelajaran, khususnya teknik dasar bermain bola basket. Pada akhir pembelajaran ditutup dengan kompetisi antar kelompok, diharapkan pembelajaran tetap menarik karena terdapat unsur kelompok, permainan, dan kompetisi sehingga terkesan aktif, menyenangkan, dan tidak membosankan. Selain itu diakhir kompetisi kelompok yang menang akan mendapatkan reward penghargaan dari guru. Sehingga siswa akan termotivasi untuk mengikuti pembelajaran penjasorkes. Menurut peneliti model pembelajaran tipe Teams Games Tournaments sangat sesuai dengan ciri dan karakter siswa SMK Negeri 3 Surakarta yang lebih memilih bermain dari pada mengikuti pembelajaran penjas.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
    Depositing User: Cantya Dyana Larasati
    Date Deposited: 05 Dec 2016 16:17
    Last Modified: 05 Dec 2016 16:17
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/30876

    Actions (login required)

    View Item