INTEGRASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT KEFAMENANU DAN NASIONALISME DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH (STUDI PADA SMAN NOEMUTI)

SABU, OMIANO (2016) INTEGRASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT KEFAMENANU DAN NASIONALISME DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH (STUDI PADA SMAN NOEMUTI). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (175Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Omiano Sabu (2016). Integrasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Masyarakat Kefamenanu Dan Nasionalisme Dalam Pembelajaran Sejarah Di SMA Negeri Noemuti. Kabupaten Timor Tengah Utara. Tesis Program Pasca Sarjana Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Pembimbing I. Prof. Dr. Sunardi, M.Sc Pembimbing II. Prof. Dr. Hermanu Joebagio, M.Pd. Penelitian ini dilaksanan sejak April hingga Juni tahun 2016. di SMAN Noemuti. Sekolah ini mengimplementasikan seni tradisional Kearifan Lokal sebagai bahan ajar mata pelajaran sejarah sesuai kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP 2006) yang memuat karakteristik sosial budaya masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk; 1) Mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat kefamenanu, 2)Mengetahui perencanaan pembelajaran sejarah berbasis nilai-nilai kearifan lokal masyarakat kefamenanu 3)Mengetahui implementasi pembelajaran sejarah berbasis nilai-nilai kearifan lokal dan nasionalisme dalam pembelajaran sejarah, 4)mengetahui proses evaluasi pembelajaran sejarah berbasis nilai-nilai kearifan lokal dan nasionalisme di SMAN Noemuti. 5)Mengetahui kendala yang dihadapi dalam implementasi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat kefamenanu dalam pembelajaran sejaarah. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berbagai data yang dikumpulkan diperoleh dari informan di lapangan dengan teknik melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data dengan trianggulasi sumber, metode, teori, dan trianggulasi peneliti. Teknik analisa data adalah analisis interaktif, yakni; reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Sejarah dan nilai-nilai kearifan lokal yang diajarkan pada siswa kelas X SMAN Noemuti merupakan suatu bentuk pelestarian nilai-nilai budaya karena guru sejarah memberikan inspirasi dan motivasi kepada peserta didik agar dapat mengetahui dan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam pembelajaran sejarah. Hasil penelitian menunjukan bahwa; 1) Seni tari perang tidak sekedar seni pertunjukan ataupun hiburan, namun seni tari perang kaya akan pesan moral serta nilai-nilai budaya. Nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan lokal, yakni; (a) Nilai pendidikan, (b) Nilai religious/sakral, (c) Nilai adat istiadat/tradisi, (d) Nilai kreatif, (e) Nilai peduli sosial dan (f) Nilai komersial. 2) Dalam perencanaan pembelajaran sejarah guru mengacu pada kurikulum (KTSP 2006) untuk menyusun silabus. Selanjutnya dijabarkan dalam RPP. 3)Implementasi nilai-nilai kearifan lokal memberikan dampak positif, yakni siswa dapat memahami sejarah perkembangan kearifan lokal dan nilai yang terkandung didalamnya. 4) Evaluasi ditekankan pada tiga aspek yakni; aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik, 5) Kendala yang dihadapi; berkaitan dengan alokasi waktu pembelajaran yang singkat yakni hanya 45 menit setiap pertemuannya. Alternatif yang digunakan untuk mengatasi kendala tersebut dengan cara memberikan terlebih dahulu materi pembelajaran kepada siswa dengan tujuan agar siswa dapat mempelajari materi yang akan diajarkan sebelum pertemuan minggu berikut. Kata Kunci: Nilai Kearifan Lokal, Tari Perang, Pembelajaran Sejarah ABSTRACT Omiano Sabu (2016). The Integration of Kefamenanu’s Local Wisdom Values and Nationalism in History Learning at SMA Negeri Noemuti in North Timor Tengah. Thesis. Postgraduate Program of History Education of Sebelas Maret University, Surakarta. Advisor I, Prof. Dr. Sunardi, M.Sc. Advisor II, Prof. Dr. Hermanu Joebagjo, M.Pd. This Study was administered on April-June, 2016 in SMAN Noemuti. The school implemented local wisdom based arts as the learning material inlearning history, based on Educational Unit Level Curriculum (KTSP 2006). The materials instructed were containing socio-cultural characteristic of local communities. As for, the aim of this study were; (1) to identify the local wisdom values of Kefamenanu, (2) to know the planning design of local wisdom values and nationalism based history learning implemented in the target school, (3) to see how the implementation of the material, the local wisdom values and nationalism based history learningwas as well as (4) how the evaluation process of the history learning was, (5) to know the obstacles faced by the teachers in implementing Kefamenanu’s local wisdom values in history learning. This study adapted descriptive analysis methods of qualitative approach. Various data were obtained by the researcher using several techniques; interview, observation, document analysis. To ensure the data validity, the researcher did triangulation of four dimensions; resource, methods, theory, and observer. In this study, the data analysis techniques used was interactive analysis in which it began from data reduction came to the data presentation and, finally, conclusion. Additionally, the history learning and local wisdom values taught to class X at SMAN Noemuti was a kind of preservation of cultural values as the history teacher gave inspirations and motivations to the students so they could recognize and understand the local wisdom values in history learning. Analyzing the data, the researcher found that (1) War dance arts was not only for performance or entertainment but also for media of morality and cultural values of local wisdom; educational values, religious values, tradition values; (2) In the learning plan, the teacher made the syllabi referring to Educational Unit Level Curriculum (KTSP 2006), (3) the local wisdom values implemented in the history learning gave positive impacts to the students as, through which, they could understand the historical florescence of the local wisdom and the values contained in, (4) for the evaluation, it was emphasized on three aspects: cognition, affection, and psychomotor, (5) as for the obstacle faced, it was on the matters of time restriction as the time allocation allowed was only as long as 45 minutes in each meeting. Hence, the teacher came with a solution to give the in each end of the meeting so the students can prepare the material for the next meeting. Keywords: Local wisdom values, war dance, history learning

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: D History General and Old World > D History (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Pendidikan Sejarah - S2
    Depositing User: Rina Dwi Setianingrum
    Date Deposited: 05 Dec 2016 10:26
    Last Modified: 05 Dec 2016 10:26
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/30755

    Actions (login required)

    View Item