Analisis Percepatan Proyek Menggunakan Metode Crashing dengan Penambahan Tenaga Kerja dan Shift Kerja ( Studi Kasus : Proyek Pembangunan Hotel Grand Keisha Yogyakarta )

Anggraeni, Elisabeth Riska (2016) Analisis Percepatan Proyek Menggunakan Metode Crashing dengan Penambahan Tenaga Kerja dan Shift Kerja ( Studi Kasus : Proyek Pembangunan Hotel Grand Keisha Yogyakarta ). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1061Kb)

    Abstract

    Elisabeth Riska Anggraeni. 2016. Analisis Percepatan Proyek Menggunakan Metode Crashing dengan Penambahan Tenaga Kerja dan Shift Kerja (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Hotel Grand Keisha, Yogyakarta). Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Penilaian keberhasilan proyek dalam mencapai tujuannya dapat ditinjau dari aspek waktu, biaya, dan mutu. Proyek dikatakan berhasil ketika dapat mencapai standar ketiga aspek tersebut sesuai dengan perencanaan awal. Namun pada praktik di lapangan seringkali pelaksanaan proyek tidak sesuai dengan perencanaan. Sehingga terjadi keterlambatan proyek. Para pelaksana proyek biasanya memilih melakukan percepatan proyek sebagai solusi keterlambatan dengan salah satu metodenya yaitu crashing. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan percepatan pada proyek Pembangunan Hotel Grand Keisha, Yogyakarta yang mengalami keterlambatan dengan menggunakan alternatif Penambahan Tenaga Kerja dan Shift Kerja. Pada penelitian ini dilakukan percepatan menggunakan metode crashing dengan membandingkan alternatif penambahan tenaga kerja dan shift kerja. Analisis dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan adalah data primer yang diambil dari proses wawancara dan data sekunder berupa dokumen-dokumen terkait, yaitu RAB, kurva S, volume pekerjaan, daftar satuan upah, dan jumlah pekerja. Hasil perhitungan menunjukkan percepatan menggunakan alternatif penambahan tenaga kerja dan shift kerja dapat mengurangi durasi selama 34 hari atau sebesar 7,76% dari durasi normal yaitu 438 hari. Pada alternatif penambahan tenaga kerja dihasilkan pengurangan biaya sebesar Rp 701.809.654,74 dari total cost rencana sebesar Rp 90.620.898.879,84 dengan efisiensi 0,77%. Sementara itu pada alternatif shift kerja diperoleh total cost setelah percepatan sebesar Rp 89.905.927.558,34 dengan pengurangan sebesar Rp 714.971.321,41 atau 0,79 % dari total cost normal. Sehingga pada penelitian ini diperoleh bahwa alternatif shift kerja lebih efisien dibanding alternatif penambahan tenaga kerja. Kata kunci :, crashing, penambahan tenaga kerja, percepatan proyek, shift kerja

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > T Technology (General)
    Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: Gun Gun Gunawan
    Date Deposited: 05 Dec 2016 10:01
    Last Modified: 05 Dec 2016 10:01
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/30746

    Actions (login required)

    View Item