Pengembangan Stasiun Kereta Api Pemalang di Kabupaten Pemalang

Putri, Dea Karina (2016) Pengembangan Stasiun Kereta Api Pemalang di Kabupaten Pemalang. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (7Mb)

    Abstract

    Stasiun Kereta Api Pemalang merupakan salah satu stasiun kelas sedang di Indonesia yang terletak di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Saat ini, kereta telah menjadi transportasi umum yang diminati oleh masyarakat Pemalang yang dibuktikan dengan jumlah pengguna kereta yang mengalami peningkatan dalam empat tahun terakhir (2011-2014). Namun, kondisi Stasiun Pemalang saat ini belum dapat dikatakan sesuai dengan standar umum stasiun kelas sedang sehingga Stasiun Pemalang dirasa belum mampu untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat tersebut. Kondisi eksisting Stasiun Pemalang saat ini, belum memiliki ruang-ruang yang cukup untuk menampung kegiatan baik pokok maupun penunjang. Masalah desain yang muncul dalam Pengembangan Stasiun Pemalang adalah penyesuaian zonasi antara ruang-ruang yang ada dengan ruang-ruang tambahan serta konservasi bangunan yang mempengaruhi gubahan massa dan tampilan bangunan. Oleh karena itu, diperlukan tindakan pengembangan terhadap Stasiun Kereta Api Pemalang yang bertujuan untuk menyediakan wadah kegiatan yang didukung dengan fasilitas yang layak sesuai dengan standar minimum bangunan stasiun. Pengembangan Stasiun Kereta Api Pemalang menggunakan metode desain dengan pendekatan konservasi lingkungan dan bangunan. Konsep konservasi diterapkan karena bangunan Stasiun Pemalang merupakan bangunan cagar budaya yang harus dilestarikan keberadaannya. Konsep konservasi yang diterapkan akan berfokus pada adaptasi lingkungan dan konservasi bangunan. Konsep pencapaian dan pemintakatan menerapkan adaptasi lingkungan yaitu penentuannya akan dilakukan berdasarkan keadaan lingkungan dan juga tetap diperhatikan aspek konservasi bangunan agar tidak merusak bangunan lama tetapi masih dapat menciptakan harmoni dengan bangunan yang baru. Konservasi bangunan akan diterapkan pada bentuk bangunan dan ruang, gubahan dan tata massa bangunan serta tampilan bangunan. Konsep konservasi yang diaplikasikan pada aspek-aspek tersebut adalah konsep kontekstualisme, dalam hal ini Pengembangan Stasiun Pemalang akan mengambil konsep selaras yaitu kesesuian antara bangunan lama dan bangunan baru. Kata kunci : Bangunan Cagar Budaya, Harmoni, Konsep Kontekstualisme, Konservasi, Pengembangan, Stasiun Kereta Api

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik > Arsitektur
    Depositing User: Gun Gun Gunawan
    Date Deposited: 05 Dec 2016 09:57
    Last Modified: 05 Dec 2016 09:57
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/30743

    Actions (login required)

    View Item