RESPON VARIETAS PADI HITAM PADA PERBEDAAN KETINGGIAN TEMPAT TERHADAP KUANTITAS DAN KUALITAS HASIL

HIDAYATI, WILUJENG (2016) RESPON VARIETAS PADI HITAM PADA PERBEDAAN KETINGGIAN TEMPAT TERHADAP KUANTITAS DAN KUALITAS HASIL. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (379Kb)

    Abstract

    Padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu komoditas pangan yang penting karena mayoritas masyarakat Indonesia mengonsumsinya sebagai makanan pokok. Terdapat tiga jenis beras yaitu beras putih, beras merah dan beras hitam. Beras hitam adalah beras yang memiliki pigmen antosianin di lapisan perikarpnya. Beras hitam dewasa ini dikenal sebagai bahan pangan fungsional karena kandungannya yang baik Beras hitam mempunyai kandungan serat pangan (dietary fiber) dan hemiselulosa masing-masing sebesar 7,5% dan 5,8%, sedangkan beras putih hanya sebesar 5,4% dan 2,2%, sehingga banyak dimanfaatkan untuk kesehatan. Petani umumnya enggan menanam beras hitam karena umur tanamnya panjang dan produktivitas yang rendah. Padi merupakan tanaman C3 yang umumnya dibudidayakan di wilayah dingin. Dataran tinggi memiliki suhu yang relatif rendah, kelembaban yang relatif tinggi dan intensitas cahaya yang rendah. Cahaya dapat mempengaruhi sintesis metabolit primer maupun sekunder. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2015 hingga bulan Mei 2016. Lahan budidaya yang digunakan di desa Karanglo, Tawangmangu dan Desa Jati, Jaten. Benih yang digunakan yaitu Cempo Ireng, Gagak dan IPB. Penelitian ini disusun menggunakan rancangan percobaan tersarang (nested) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah ketinggian tempat: dataran tinggi dan dataran rendah. Faktor kedua adalah varietas: Cempo Ireng, IPB, dan Gagak. Variabel pengamatan mencakup variabel kuantitas (produksi) dan kualitas hasil. Variabel kuantitas meliputi: panjang malai, jumlah gabah permalai, berat 1000 benih, berat 1000 gabah kering giling, berat gabah pertanaman, produktivitas dan variabel kualitas meliputi:pengujian kadar antosinin total dan zat besi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon padi hitam pada budidaya di dataran tinggi mampu meningkatkan jumlah gabah per-malai, berat gabah pertanaman, antosianin dan zat besi secara signifikan, sedangkan pada budidaya di dataran rendah mampu meningkatkan panjang akar. Penggunaan 3 varietas berbeda yang tersarang dalam lokasi menunjukkan perbedaan pada waktu berbunga, kuantitas dan kualitas hasil. Varietas IPB menghasilkan total anakan dan panjang malai yang lebih tinggi dibandingkan varietas Gagak dan Cempo Ireng. Varietas IPB dan Gagak menujukkan hasil yang sebanding pada anakan produktif, berat gabah pertanaman, berat 1000 benih, berat 1000 gabah pecah kulit, dan produksi padi, sedangkan Cempo Ireng paling rendah dari kesemua variabel tersebut. Varietas Cempo Ireng menghasilkan jumlah gabah per malai, kadar antosianin, dan zat besi yang lebih tinggi dibandingkan varietas IPB dan Gagak.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian > Agroteknologi
    Depositing User: Mujahidah Showafah
    Date Deposited: 04 Dec 2016 21:32
    Last Modified: 04 Dec 2016 21:32
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/30682

    Actions (login required)

    View Item