ANALISIS JALUR FAKTOR RISIKO KEJADIAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI KABUPATEN JOMBANG JAWA TIMUR

MARDIYAH N, DOVI DWI (2016) ANALISIS JALUR FAKTOR RISIKO KEJADIAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI KABUPATEN JOMBANG JAWA TIMUR. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (664Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Dovi Dwi MN, S021408016, 2016. Analisis jalur faktor risiko kejadian bayi berat badan lahir rendah di Kabupaten Jombang Jawa Timur. Tesis. Pembimbing I: Supriyadi Hari Respati, Pembimbing II: Okid Parama Astirin. Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. Latar Belakang: Faktor penyebab terbesar kematian bayi diantaranya berat badan lahir rendah (BBLR) (52%), asfiksia (25%) dan kelainan kongenital (10%). Bayi BBLR berisiko mengalami kematian 6,5 kali lebih besar dari pada bayi berat badan lahir normal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko kejadian bayi BBLR. Metode: Penelitian ini adalah studi penelitian ex post facto dengan pendekatan cross sectional, subjek sampel secara fixed desease sampling sebanyak 120 subjek dengan perbandingan kasus dan kotrol 1:3. Teknik analisis data menggunakan analisis jalur STATA 13. Hasil: Ada hubungan antara kadar Haemoglobin ibu (b= -2.69; CI95% -4.59 sd -0.79; p=0.006), LILA ibu ≥ 23.5 cm (b= -2.10; CI95%-3.82 sd -0.38; p=0.017), dan ANC ≥ 4 kali (b= -2.70; CI95% -4.01 sd -1.40; p=<0.001) dengan penurunan logit risiko melahirkan bayi BBLR. Ada hubungan antara stres ibu dengan peningkatan logit risiko melahirkan bayi BBLR (b= 1.96; CI95% 0.36 sd 3.57; p=0.016). Ada hubungan antara pendapatan keluarga (b= 1.45; CI95% 0.09 sd 2.81; p=0.036) dan pendidikan ibu (b= 2.19; CI95% 0.88 sd 3.49; p=0.001) dengan peningkatan logit risiko memiliki kadar haemoglobin ≥11gram%. Ada hubungan antara pendapatan keluarga (b= 1.60; CI95% 0.19 sd 3.02; p=0.026), pendidikan (b= 1.78; CI95% 0.40 sd 3.17; p=0.012) dengan peningkatan logit risiko memiliki status gizi LILA ≥23.5cm. Ada hubungan antara perokok pasif dengan penurunan logit risiko status gizi LILA ≥23.5cm (b= -1.94; CI95% -3.61 sd -0.26; p=0.023). Ada hubungan antara pendapatan keluarga (b= 2.00; CI95% 0.76 sd 3.25; p=0.002) dan pendidikan (b= 1.66; CI95% 0.55 sd 2.77; p=0.003) dengan peningkatan logit risiko melakukan ANC ≥4 kali. Ada hubungan antara pendidikan ibu dengan peningkatan logit risiko memiliki pendapatan keluarga ≥UMK (b= 1.81; CI95% 0.73 sd 2.88; p=0.001). Ada hubungan antara pendidikan ibu dengan penurunan logit risiko terpapar asap rokok (b= 1.06; CI95% -2.02 sd -0.10; p=0.031). Kesimpulan: Terdapat hubungan secara langsung antara ANC, stress, Hb, status gizi dengan kejadian BBLR. Terdapat hubungan secara tidak langsung antara pendidikan, pendapatan keluarga, perokok dengan kejadian BBLR. Kata Kunci: Berat badan lahir rendah, Faktor Risiko

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
    R Medicine > RJ Pediatrics
    R Medicine > RJ Pediatrics > RJ101 Child Health. Child health services
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Pasca Sarjana
    Depositing User: Agista Zulfa Dini
    Date Deposited: 04 Dec 2016 10:24
    Last Modified: 04 Dec 2016 10:24
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/30572

    Actions (login required)

    View Item