STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI TEH TIN (Ficus carica) DI CV. HANAFISA KABUPATEN KLATEN

Hidayati, Yanti Nurul (2016) STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI TEH TIN (Ficus carica) DI CV. HANAFISA KABUPATEN KLATEN. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (29Kb)

    Abstract

    DEVELOPMENT STRATEGY AGROINDUSTRY TIN TEA ( Ficus carica ) IN CV . HANAFISA KLATEN Yanti Nurul Hidayati1, Minar Ferichani2 and Wiwit Rahayu3 ABSTRACT The basic method of this research is analitical discription with site selection method purposively. The analytical method used is; (1) analysis of cost, revenue, and profits, (2) matrix IFE and EFE to identify the key internal and external factors agro-industry, (3) the matrix IE to determine the position of the agro-industry (4) the SWOT matrix for an alternative strategy of development of agro-industry, and ( 5) QSP matrix to determine strategy priorities CV. Hanafisa agroindustry. Costs incurred by the agro-industry CV. Hanafisa Rp 13,110,309.00, revenue received Rp 20,000,000.00, so that the benefits of CV. Hanafisa agroindustry Rp 6,889,691.00 in November 2015. The strength of the agroindustrial CV. Hanafisa is the entrepreneur experience in the manufacture of tin tea long enough and quality products able to compete. The disadvantage is the availability of products not yet meet consumer demand and product that has no license or permission from PIRT. Opportunities owned by agroindustrial CV. Hanafisa that buyer confidence against tea products is quite high tin and tin leaf quality was good. While the threat is the lack of raw materials from suppliers when a particular season and many people who do not know the products tea tin. Strategies alternative that can be applied agroindustrial tea tin CV. Hanafisa is; (1) Increase production to meet market demand, (2) Improving the quality of production by creating a license or license of PIRT and create attractive packaging, (3) improve and strengthen the promotion of local, regional, and national level by utilizing advances in information technology (print, electronic, internet), 4) Maintain and expand marketing network. The results showed that the priority strategies that can be applied agroindustrial tin tea CV. Hanafisa is Increase production to meet market demand. Keywords: Tea Tin , Klaten , Development Strategy , SWOT , QSPM 1. Student of Agribusiness Study Program, Agriculture Faculty, Sebelas Maret University 2. First Advisor 3. Second Advisor STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI TEH TIN (Ficus carica) DI CV. HANAFISA KABUPATEN KLATEN Yanti Nurul Hidayati1, Minar Ferichani2 and Wiwit Rahayu3 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besar penerimaan, biaya dan keuntungan yang diterima pengusaha agroindustri teh tin, menganalisis faktor internal dan eksternal, merumuskan alternatif strategi dan prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan agroindustri teh tin di Kabupaten Klaten. Metode dasar penelitian ini adalah metode analitical discription dengan metode pemilihan lokasi secara purposive. Metode analisis yang digunakan adalah; (1) analisis biaya, penerimaan, dan keuntungan, (2) matriks IFE dan EFE, (3) matriks IE, (4) matriks SWOT, dan (5) matriks QSP . Biaya yang dikeluarkan oleh agroindustri CV. Hanafisa sebesar Rp 13.110.309,00, penerimaan yang diperoleh sebesar Rp 20.000.000,00, sehingga keuntungan yang diperoleh agroindustri CV. Hanafisa sebesar Rp 6.889.691,00 pada bulan November 2015. Kekuatan yang dimiliki oleh agroindustri CV. Hanafisa adalah pengalaman pengusaha dalam pembuatan teh tin cukup lama dan kualitas produk mampu bersaing. Sedangkan kelemahannya adalah ketersediaan produk belum memenuhi permintaan konsumen dan produk yang belum ada lisensi atau izin dari PIRT. Peluangnya yaitu kepercayaan pembeli terhadap produk teh tin cukup tinggi dan kualitas daun tin yang baik. Sedangkan ancamannya yaitu kurangnya bahan baku dari pemasok saat musim tertentu dan banyak masyarakat yang belum tahu produk teh tin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif strategi yang dapat diterapkan adalah; (1) Meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan pasar, (2) Meningkatkan kualitas produksi dengan membuat lisensi atau membuat ijin dari PIRT dan membuat kemasan yang menarik, (3) Meningkatkan dan memperkuat promosi lingkup lokal, regional, dan nasional dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi (media cetak, elektronik, internet), 4) Mempertahankan dan memperluas jaringan pemasaran.berdasarkan alternatif strategi maka dapat ditarik kesimpulan prioritas strategi adalah meningkatkan produk untuk memenuhi permintaan pasar. Kata kunci : Teh Tin, Klaten, Strategi Pengembangan, SWOT, QSPM 1) Mahasiswa Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta 2) Dosen Pembimbing Utama 3) Dosen Pembimbing Pendamping

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Fakultas Pertanian > Agribisnis
    Depositing User: Pratama Wisnu
    Date Deposited: 03 Dec 2016 21:02
    Last Modified: 03 Dec 2016 21:02
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/30491

    Actions (login required)

    View Item